Advertisement

Polisi Pastikan Pencabulan Pemuka Agama Terhadap 5 Anak Perempuan di Bantul Diproses Hukum

Lugas Subarkah
Rabu, 24 Agustus 2022 - 18:07 WIB
Budi Cahyana
Polisi Pastikan Pencabulan Pemuka Agama Terhadap 5 Anak Perempuan di Bantul Diproses Hukum Ilustrasi - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, BANTULWalau ada saksi dari orang tua korban yang tidak hadir dalam pemeriksaan, Polsek Jetis memastikan proses hukum kasus pencabulan dengan tersangka pemilik warung yang juga pemuka agama di Sumberagung, Jetis, Bantul, tetap berlanjut.

Kanit Reskrim Polsek Jetis, Ipda Yuwana, menjelaskan dalam kasus ini tersangka dapat dijerat Pasal 82 UU RI No. 17/2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan sanksi pidana paling singkat lima tahun dan paling lama 15 tahun dengan denda paling banyak Rp5 miliar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA: Penganiayaan Berujung Kematian di Sekitar Asrama Papua Jogja, Ini Kronologinya

Berdasarkan proses penyidikan terakhir, masih ada saksi yakni orang tua korban yang tidak hadir. Korban dalam kasus ini diperkirakan sampai lima orang anak perempuan. Meski demikian ia memastikan hal ini tidak menghambat proses hukum. "Tetap lanjut," ujarnya, Rabu (24/8/2022).

Keluarga korban didampingi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Bantul. Salah satu keluarga korban, N, mengatakan UPTD PPA sudah mendampingi dan membantu melengkapi berkas untuk proses hukum ini. "Dari PPA berkas sudah lengkap semua," katanya.

Terkait adanya saksi yang tidak hadir dalam pemeriksaan, menurutnya karena mereka menyepakati jalur damai yang ditawarkan tersangka. "Dua orang mundur karena damai. Mungkin orang tuanya males urusan ribet juga," ungkapnya.

BACA JUGA: Kakek Sekaligus Pemuka Agama di Bantul Diduga Cabuli Anak-Anak yang Jajan di Warungnya

Seorang kakek yang merupakan pemilik warung sekaligus pemuka agama diduga melakukan pelecehan seksual kepada beberapa anak yang sedang jajan di warungnya, ketika kondisi sepi.

Tersangka diduga menyentuh, meraba dan menciumi para korbannya. Kasus ini terungkap setelah beberapa korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Telkom dan Transjakarta Kolaborasi Kembangkan Sistem Teknologi Informasi

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Orang Jogja Wajib Tahu! Ini Arti 4 Prasasti yang Tertempel di Tugu Jogja

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 10:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement