Training Ground PSS Sleman Dinilai Bisa Dongkrak Kualitas Tim
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Ilustrasi persawahan/Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, KULONPROGO—Penetapan lahan sawah dilindungi (LSD) di beberapa titik kawasan perdagangan dan jasa, disinyalir membuat perkembangan investasi di Kulonprogo belum bisa tumbuh optimal. Pengubahan sejumlah lahan LSD menjadi kawasan peruntukkan investasi tengah diusulkan, sementara tanah pengganti LSD yang akan diubah pun juga dicari.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulonprogo Heriyanto menuturkan investasi di Kulonprogo terkendala dengan penetapan LSD oleh Kementerian Pertanian. Lahan yang sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah Kulonprogo untuk kawasan perdagangan dan jasa, sekarang diubah menjadi LSD.
BACA JUGA: Ditonton Ribuan Orang, Pembukaan Porda XVI dan Peparda III DIY 2022 Berlangsung Meriah
"Sehingga Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah [TKPRD] belum bisa menerbitkan rekomendasi tata ruang," kata dia beberapa waktu lalu.
Heriyanto menjelaskan sejumlah investor yang ingin masuk berasal dari beragam sektor. Ada yang berasal dari sektor kesehatan seperti rumah sakit, ada sektor garmen, sektor perhotelan hingga universitas. "Tetapi masih sebatas melakukan konsultasi," tuturnya.
Saat konsultasi, Heriyanto menuturkan lahan-lahan yang ditunjuk oleh para investor kebanyakan masuk dalam LSD. Saat ini pemerintah daerah masih melakukan verifikasi untuk mengusulkan pengubahan agar lahan LSD bisa digunakan sebagai kawasan investasi.
Heriyanto berharap usulan pengubahan LSD dapat keluar tahun ini. Pekerjaan rumah lainnya yang tengah menanti ialah mencari lahan pengganti LSD di lokasi lain. “Harus ada penggantinya,” ucap dia.
Kabid Penanaman Modal, DPMPTSP Kulonprogo, Francisco Sebastio Florindo Abrantes menerangkan hingga triwulan pertama 2022, realisasi investasi di Kulonprogo sudah lebih dari Rp191 miliar. Pada 2021, total realisasi investasi di Kulonprogo mencapai lebih dari Rp541 miliar.
Dalam kurun lima tahun terakhir, sejak 2017-2021, tercatat realisasi investasi Kulonprogo tertinggi terjadi pada 2019 yang mencapai lebih dari Rp4,8 triliun. Angka ini sedikit lebih besar dari realisasi investasi pada 2018 yang mencapai lebih dari Rp4,6 triliun. Dihantam pandemi, realisasi investasi anjlok pada 2020 dengan torehan angka sekitar Rp1,8 triliun dan 2021 yang hanya mencapai kurang lebih Rp541 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manajer PSS Sleman Agus Purwoko menilai training ground penting untuk meningkatkan kualitas dan prestasi Super Elja. Ini perkembangannya.
Ruben Onsu dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp3,5 miliar.
Pemain aktif dan mantan pemain mendesak perubahan di FIFA di tengah tekanan terhadap Gianni Infantino dan kontroversi FFE.
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Persija Jakarta resmi melepas Gustavo Almeida jelang Super League 2026/2027 setelah tiga musim dan mencetak 31 gol dari 55 laga.
Ranking BWF terbaru menempatkan Putri Kusuma Wardani di peringkat ketujuh dunia setelah Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi.