Advertisement

Curhatan Warga: Pilih Harga BBM Tidak Naik Ketimbang BLT

Bernadheta Dian Saraswati
Sabtu, 03 September 2022 - 20:27 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Curhatan Warga: Pilih Harga BBM Tidak Naik Ketimbang BLT SPBU Pertamina. Ilustrasi - Solopos/Nicolous Irawan

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pemerintah telah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) per hari ini, disusul dengan adanya bantuan langsung tunai (BLT) BBM sebesar Rp600.000 per satu orang kelompok penerima manfaat (KPM). 

Keputusan itu menuai protes di kalangan masyarakat.  Beberapa orang bahkan cenderung memilih lebih baik tidak mendapat BLT BBM Rp600.000 daripada harus merasakan harga BBM naik. 

Seperti yang disampaikan salah satu warga Sleman ini kepada Harianjogja.com Sabtu (3/9/2022). Septi, 30, warga Bimomartani, Ngemplak, Sleman, mengatakan lebih baik tidak mendapat BLT BBM tapi harga BBM tetap stabil dan tidak naik. 

"Karena kalau BBM naik, imbasnya banyak. Harga bahan pokok juga pasti naik dan banyak yang terkena dampaknya," kata ibu rumah tangga yang masuk dalam daftar Program Keluarga Harapan (PKH) ini. 

Baca juga: Sudah Resmi Naik, Ini Harga Terbaru Pertalite, Solar, hingga Pertamax

Ia juga menyoroti terkait siapa yang berhak menerima BLT BBM. Berkaca dari pengalaman penyaluran bantuan dari pemerintah selama ini ada yang tidak tepat sasaran, bisa dimungkinkan penyaluran BLT BBM juga demikian. 

Senada, Indra salah satu pedagang kerajinan di Pasar Beringharjo, juga lebih memilih harga BBM tidak naik dibandingkan dengan bantuan. Sebab saat harga BBM naik, barang dagangannya sudah bisa dipastikan ikut naik. Hal itu bisa dimungkinkan akan menurunkan daya beli konsumen. 

"Kalau saya pilih harga BBM tidak naik tapi jualan saya lancar. Ada bantuan tapi apa-apa mahal yo podo wae [sama saja]," kata dia. 

Menurutnya, bantuan pemerintah sifatnya hanya sesaat dan akan habis dalam sekejap. Apalagi jumlahnya hanya Rp600.000 dan tidak sebanding dengan kenaikan harga BBM yang dinilainya sangat drastis.

"Kalau [harga BBM] naik Rp1.000 ora kroso [tidak terasa], lha iki hampir nyampai Rp3.000," katanya. 

Advertisement

Dilansir dari Solopos-jaringan Harianjogja.com, masyarakat Boyolali Jawa Tengah juga ada yang lebih memilih BBM tidak naik ketimbang BLT BBM. Pekerja asal Kecamatan Boyolali, Angga, 28, yang biasanya bekerja keliling Soloraya menggunakan sepeda motor mengatakan BLT tak sebanding dengan kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM membuatnya harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli Pertalite tiap hari.

Padahal upahnya juga tak lantas ikut naik ketika harga BBM naik. “Kalau bisa memilih ya BBM tidak naik karena aktivitas saya pakai BBM terus. Kalau naik otomatis aktivitas saya terganggu karena kenaikan UMK [Upah Minimum Kabupaten] tidak sebanding dengan kenaikan BBM,” terang pria yang bekerja sebagai sales tersebut.

Angga mengaku takut jika gajinya akan habis untuk ongkos transportasi. Apalagi kenaikannya cukup tinggi dari sebelumnya Rp7,650/liter menjadi Rp10.000/ liter. “Kecewa ya ada kenaikan. Saya biasa bekerja pakai sepeda motor, tunjangan perusahaan juga enggak naik. Ini membebani pekerja,” kata Angga.

Advertisement

Harga Terkini

Pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi mulai Sabtu siang (3/9/2022). Kebijakan itu berlaku efektif mulai pukul 14.30 WIB. Penyesuaian harga BBM itu terjadi untuk Pertalite dari harga awal Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, diikuti Solar subsidi dari harga awal Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter. Pemerintah pun turut mengerek harga Pertamax non subsidi dari angka Rp12.500 ke posisi Rp14.500 per liter.

Diberitakan Harianjogja.com sebelumnya, Executive General Manager Kantor Cabang Utama Pos Jogja, Fahdian Hasibuan, mengatakan data penerima bansos BBM masih dicek ulang oleh Pemerintah Pusat untuk memastikan penerima tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. Hal ini merupakan verifikasi rutin lantaran tidak semua penerima bansos kemungkinan kembali menerima bansos BBM karena berbagai sebab.

"Belum bisa dipastikan apakah penerima bansos reguler juga mendapat bansos BBM. Tapi pasti ada sedikit perubahan, karena ada yang meninggal, tidak berhak dan lain-lain," kata dia, Jumat (2/9/2022). 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

TRAGEDI KANJURUHAN: Lakukan Investigasi Kapolri Dalami Prosedur Pemakaian Gas Air Mata

News
| Minggu, 02 Oktober 2022, 22:07 WIB

Advertisement

alt

Perhatian! Sewa Jip di Tebing Breksi Bakal Naik Rp50.000 Mulai 1 November 2022

Wisata
| Minggu, 02 Oktober 2022, 18:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement