Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Seorang pengunjung sedang melewati jalan setapak menuju Pantai Watunene di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul. Foto diambil 29 November 2021./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, Gunungkidul – Pantai Watunene di Kalurahan Tepus, Tepus, Gunungkidul merupakan salah satu pantai yang masih tersembunyi di kawasan wisata Gunungkidul. Dikarenakan masih sepi, pada saat musim kawin antara April hingga Mei puluhan penyu akan mendarat di pantai ini untuk bertelur.
Pantai Watunene berada di tengah-tengah antara Pantai Seruni dan Poktunggal. Lokasinya berjarak sekitar lima kilometer dari Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) yang dibangun di wilayah Kalurahan Tepus, Kapanewon Tepus. Untuk menuju tempat ini banyak tantangan yang harus dilalui.
Selain kondisi yang naik turun, jalan menuju lokasi juga masih rusak karena masih berupa tanah dan bebatuan. Adapun yang diaspal baru sekitar satu kilometer.
Kondisi jalan yang esktrem ini maka tidak banyak yang berkunjung, layaknya umumnya pantai di Gunungkidul. Dikarenakan kondisi jalan yang ekstrem, kendaraan pribadi tidak disarankan menuju lokasi.
Baca juga: Sedang Tayang di Bioskop, Ini Sinopsis Film Mumun
Sebagai gantinya, pengelola Desa Wisata Kalurahan Tepus (Dewi Kampus) sudah menyediakan jip untuk berpetualang. Harga sewa bervariasi mulai dari RP350.000-400.000 untuk sekali jalan dan sudah bisa mengangkut empat wisatawan.
Tantangan di Pantai Watunene tidak hanya menuju ke lokasi saja. Pasalnya, setelah sampai wisatawan juga masih harus menuruni jalan setapak di tebing perbukitan yang tingginya sekitar 100 meter.
Tantangan demi tantangan mulai dari saat menuju hingga ke pantai akan terbayar. Pengunjung bisa melihat hamparan pasir putih yang kondisinya masih sangat bersih. Maklum tempat wisata ini belum dikenal sehingga pengunjung yang datang tidak banyak.
Tak hanya keindahan pemandangan alam, di bulan-bulan tertentu, pengunjung juga bisa melihat penyu yang mendarat untuk bertelur. Ketua Pengelola Dewi Kampus, Suheri mengatakan, destinasi Pantai Watunene merupakan salah satu objek pantai tersembunyi yang sedang dipromosikan ke wisatawan.
Menurut dia, pantai ini tidak hanya menyuguhkan keindahan alam dengan hamparan pasir putih. Namun, sambung Heri, pada bulan April hingga Mei menjadi musim kawin penyu sehingga banyak hewan laut ini untuk bertelur.
Baca juga: Curhatan Warga: Pilih Harga BBM Tidak Naik Ketimbang BLT
“Aktivitasnya [bertelur] siang hari sehingga ini kami jadikan daya tarik, meski tidak setiap saat ada. Sebab, pendaratan penyu paling banyak mulai April hingga Mei,” kata Heri, Minggu (4/9/2022).
Menurut dia, pada saat sekarang tidak banyak pantai yang digunakan untuk pendaratan penyu. Hal ini tak lepas karena banyaknya kunjungan wisatawan sehingga penyu-penyu ini memilih ke tempat yang cenderung sepi.
“Untuk jenisnya banyak mulai dari penyu hijau, sisik hingga belimbing. Selain Watunene, lokasi penyu juga bisa dilihat di Pantai Cluwakan dan Beling,” katanya.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah 2 DIY, Marjono mengatakan, sebelum pantai-pantai Gunungkidul dikenal oleh para wisatawan, dulu banyak penyu-penyu yang mendarat untuk bertelur. Saat ini sudah jarang terlihat dan yang ditemukan penyu yang terdampar dan mati.
“Mungki sudah sangat ramai. Sekarang yang ketemu kebanyakan sudah mati dan kemudian dikubur,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Pertamina menyiapkan SAF berbasis minyak jelantah di Cilacap. Tantangannya kini memastikan pasokan UCO agar produksi berkelanjutan.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 12 September 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 12 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
KBD Tahap III-V Solo menyasar Gandekan, Tipes dan Semanggi dengan perbaikan talud, pavingisasi dan saluran air untuk cegah genangan.
PISA 2025 menempatkan Singapura teratas di ASEAN. Indonesia berada di posisi keenam berdasarkan skor sains. Cek skor lengkapnya.