Kapanewon di Gunungkidul Siapkan Dana Droping Air Hadapi Kemarau
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Jumlah janda di Gunungkidul tiga kali lebih banyak daripada duda. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Gunungkidul terus memperbarui data kependudukan secara berkala, termasuk status hubungan perkawinan warga.
Semester pertama 2022 tercatat ada 53.827 perempuan di Gunungkidul berstatus janda. Rinciannya, 9.403 perempuan bercerai. Sisanya sebanyak 44.424 perempuan menjadi janda karena ditinggal mati suami mereka.
BACA JUGA: Duh, Data 3.000 PNS Bocor dan Dijual Bebas! Isinya NIK hingga Rekening
Jumlah janda di Gunungkidul ternyata lebih banyak dibandingkan dengan duda. Hingga sekarang duda yang tercatat ada 16.439. Sebanyak 6.412 lelaki menduda karena bercerai. Sisanya, 10.277 laki-laki menduda karena ditinggal mati istri mereka.
Kepala Seksi Kerja Sama dan Inovasi Pelayanan Disdukcapil Gunungkidul, Ruspamilu Yulianto, mengatakan data kependudukan terus diperbaiki secara berkala. Sebagai contoh, di semester pertama ini jumlah penduduk Gunungkidul ada 774.855 jiwa.
Sebanyak 383.603 orang berjenis kelamin laki-laki dan sisanya 391.252 orang berjenis kelamin perempuan. “Upaya pendataan dan pembaharuan terus dilakukan secara berkala. Sekarang, pendataan baru sampai enam bulan pertama di 2022,” kata Yuli, Selasa (6/9/2022).
Menurut dia, data kependudukan ini menyangkut berbagai masalah mulai dari akta kelahiran, kematian, perceraian, pernikahan hingga masalah administrasi kependudukan lainnya. Sebagai contoh, 53.827 perempuan berstatus janda dan 16.439 pria menduda.
“Status ini [duda atau janda] ada karena bercerai dan belum menikah, tapi ada juga disebabkan karena ditinggal mati pasangannya,” ungkapnya.
BACA JUGA: Siap-Siap! Bansos BBM di Sleman Cair Dua Sampai Tiga Hari Lagi
Kepala Disdukcapil Gunungkidul, Markus Tri Munarjo, mengatakan Perda No.11/2020 tentang Adminduk harus disosialisasikan ke masyarakat karena berkaitan dengan tertib administrasi kependudukan. Menurut dia, pencatatan kependudukan ini dimulai dari peristiwa kelahiran hingga kematian.
“Jadi proses dalam kehidupan ada administrasi yang harus dicatat seperti kelahiran dengan akta kelahiran, pernikahan, kematian, pembuatan KTP-el dan lain sebagainya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kapanewon di Gunungkidul menyiapkan anggaran droping air bersih menghadapi musim kemarau panjang 2026 yang diprediksi berlangsung tujuh bulan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.
BRIN kembangkan pelat karet RCP untuk perlintasan KA, inovasi baru tingkatkan keselamatan dan kurangi risiko kecelakaan.
Prediksi Malut United vs Persita di Super League 2026, tuan rumah diunggulkan menang berkat lini depan tajam.
Budi Waljiman menyerahkan bantuan gamelan Suara Madhura untuk SMA Bosa Jogja guna memperkuat pelestarian budaya Jawa di sekolah.
Prabowo tegas minta BPKP tetap periksa pejabat yang diduga menyimpang tanpa melihat kedekatan dengan dirinya.