Advertisement

Pintu Pelintasan KA Timur Stasiun Wates Bakal Ditutup Permanen, Catat Tanggalnya

Catur Dwi Janati
Kamis, 08 September 2022 - 08:37 WIB
Arief Junianto
Pintu Pelintasan KA Timur Stasiun Wates Bakal Ditutup Permanen, Catat Tanggalnya Ilustrasi. - Harian Jogja

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Palang pintu pelintasan kereta api (KA) sisi timur Stasiun Wates atau yang biasa disebut Teteg Wetan direncanakan bakal ditutup permanen.

Rencananya penutupan palang pintu Teteg Wetan tersebut bakal mulai diberlakukan mulai 20 September 2022 nanti dengan masa uji coba.
Kepala Dinas Perhubungan Kulonprogo, Lucius Bowo Pristyanto membenarkan adanya rencana penutupan palang pintu KA di timur Stasiun Wates tersebut.

Kendati demikian Bowo menjelaskan penutupan ini akan diujicobakan terlebih  duhulu beberapa hari untuk selanjutnya dievalusi.
Evaluasi dilakukan untuk menentukan apakah penutupan permanen Teteg Wetan benar-benar bisa dilakukan atau tidak.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Akan ada trial management lalu lintasnya dulu, selama kurang lebih tiga hari. Setelah itu sambil berjalan akan dievaluasi, apakah nantinya dapat benar-benar ditutup permanen," kata dia, Rabu (7/9/2022).

Sejatinya, kata dia, rencana penutupan Teteg Wetan ini telah bergulir sejak lama. Tetapi wacana ini makin menguat seiring rampungnya dan beroperasinya underpass Kemiri sebagai jalur alternatif Teteg Wetan.
Meski upaya penutupan ini menjadi kewenangan PT KAI, dalam proses pembahasannya, sejumlah pihak termasuk Dishub Kulonprogo dilibatkan.

"Penutupan ini memang rencana KAI dan sudah lama persiapannya. Ketika underpass Kemiri dibangun dan sekarang sudah bisa dilewati, kemudian komitmennya Teteg Wetan ditutup. Jadi nanti kendaraan dialihkan lewat underpass Kemiri," ucap dia. 

Menurut Bowo, penutupan palang pintu pelintasan KA bertujuan untuk meminimalkan terjadinya kecelakan yang melibatkan pengguna jalan dengan kereta api.

Terlebih mobilitas kereta api yang melintasi perlintasan tersebut makin padat, sehingga Teteg Wetan jadi titik rawan terjadi kecelakaan. 
"Dari informasi PT KAI, penutupan dilakukan untuk mendukung zero accident. Apalagi kan sekarang jalur itu sangat padat. Untuk KA Bandara saja setiap hari ada 12 perjalanan pulang pergi. Belum lagi tambah kereta jarak jauh," tuturnya 

Selain risiko keselamatan pengguna kalan maupun penumpang kereta, Teteg Wetan juga rawan akan kemacetan.

Advertisement

Di jam-jam tertentu, antrean kendaraan di palang pintu kereta api tersebut dapat mengular hingga bisa menyebabkan macet. Apalagi saat pagi hari, banyak kereta yang melintas, sehingga palang pintu makin sering ditutup. Dampaknya antrean kendaraan makin panjang dan berpotensi menimbulkan kemacetan.

"Makanya kalau setiap pagi lewat situ, dipastikan sering ditutup palang pintunya. Karena saking banyaknya traffic kereta, sampai akhirnya membuat macet," kata dia

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kapolres Malang Dicopot dari Jabatannya, Buntut Tragedi Kanjuruhan

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 19:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement