RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL—Kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata yang dikelola Pemkab Bantul menurun pada pekan lalu dibanding pekan sebelumnya. Dinas Pariwisata menyebut penurunan karena belum ada libur sekolah.
Padahal, akhir pekan lalu ada atraksi wisata berupa Syimphony Gumuk Pasir, tetapi kegiatan itu tidak mampu mendongkrak kunjungan wisatawan.
Kepala Seksi Promosi dan Informasi Data Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adi mencatat kunjungan wisatawan pada akhir pekan lalu atau 9-11 September 2022 sebanyak 24.726 orang dengan perolehan pendapatan sebesar Rp240,3 juta. “Kunjungan ini menurun 25,7 persen dibanding akhir pekan sebelumnya,” kata Markus, saat dihubungi melalui ponsel, Selasa (13/9/2022).
Padahal akhir pekan sebelumnya atau pada 2-4 September 2022, kunjungan wisatawan mencapai 33.312 orang dengan pendapatan mencapai Rp323,7 juta. Tidak hanya data akhir pekan yang menurun, data kunjungan selama sepekan juga menurun.
Data wisatawan selama sepekan pada 5-11 September 2022 sebanyak 34.005 orang wisatawan dengan pendapatan Rp330.5 juta. Turun 22% dibandingkan dengan jumlah wisatawan selama sepekan pada pekan sebelumnya yang mencapai 42.974 orang wisatawan pada 29 Agustus-4 September 2022 dengan pendapatan Rp417,5 juta.
Markus tidak mengetahui pasti penyebab penurunan jumlah wisatawan ini. Namun, dia menduga tren ini karena tidak ada libur sekolah. “Penurunan diperkirakan karena sekolah di beberapa daerah sedang melaksanakan ujian tengah semester dan kondisi cuaca yang tidak mendukung salah satunya hujan,” kata Markus.
Dia mengatakan dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) belum terasa di sektor pariwisata.
“Biro perjalanan wisata tidak bisa menaikkan harga paket meski BBM naik karena biasanya mereka sudah kontrak jauh hari sebelum BBM naik. Yang mengeluh adalah wisatawan yang menggunakan pesawat karena tiket menjadi mahal. itu informasi dari BPW,” katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul Yuli Hernadi menambahkan penurunan jumlah wisatawan pekan ini disebabkan masa ujian sekolah di hampir semua sekolah di Indonesia. Menurutnya, objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Bantul selama ini Pantai Parangtritis. Pengunjungnya sebagian besar adalah rombongan anak sekolah.
BACA JUGA: Resmi Tunjuk Manajemen Baru, Sultan Tegaskan Malioboro Mall Tidak Ditutup
“Ini baru masa ujian tengah smester, jadi hampir semua sekolah tidak mengadakan kegiatan termasuk piknik,” katanya.
Di sisi lain, ia juga heran karena Dinas Pariwi sata Bantul sudah menggelar beberapa event salah satunya Symphony Gumuk Pasir tetapi tidak mampu mendongkrak kunjungan wisatawan pekan lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Wamendagri Bima Arya menyatakan pemerintah belum membahas usulan kewarganegaraan ganda dan masih mengkaji aspek hukum serta data pendukung.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain asing telah tiba dan menjalani MCU. Manajemen kini menuntaskan administrasi sebelum peluncuran tim.
Presiden Prabowo akan meresmikan program listrik desa sebelum 14 Agustus 2026. Sebanyak 1.400 desa telah tersambung listrik sepanjang 2025.
Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum menerima arahan Presiden Prabowo terkait bursa calon Gubernur BI setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri.
Kebakaran Pasar Sidoharjo Bayat Klaten menghanguskan dagangan pedagang. Pemkab Klaten menyiapkan solusi agar pedagang segera berjualan kembali.