Daihatsu Kumpul Sahabat Siap Warnai Keseruan Masyarakat Batam
Daihatsu kembali menghadirkan keseruan Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Batam. Berlangsung pada 2–6 September 2026 di Mega Mall Batam Centre
Suasana di kediaman KH Masrur Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Alqodir, Cangkringan, Sleman, DIY, Senin (12/9/2022)./Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Besarnya anggaran negara untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan listrik menjadi perhatian serius Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Sleman. Untuk mengurangi beban keuangan negara tersebut, HPN Kabupaten Sleman mendorong kepada masyarakat dan kelompok masyarakat mengoptimalkan pemanfaatan energi terbarukan.
“Sebagai Warga Negara Indonesia, kita harus memiliki kepedulian terhadap tingginya subsidi BBM dan listrik. Karena itu, kami minta masyarakat agar hemat BBM dan listrik. Jika perlu, gunakan energi terbarukan yang sudah ditemukan para peneliti dunia,” kata Sekretaris HPN Kabupaten Sleman, Yusron saat silaturahmi di kediaman KH Masrur Ahmad, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiah Alqodir, Cangkringan, Sleman, DIY, Senin (12/9/2022).
Ikut mendampingi Yusron yaitu Pengurus HPN Kabupaten Sleman, Ahmad Riyadi, dan sejumlah tokoh muda Indonesia yang peduli terhadap energi terbarukan. Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan demonstrasi penggunaan kompor listrik bertenaga baterai surya karya anak Bangsa Indonesia.
Para peserta forum silaturahmi tersebut sepakat bahwa masyarakat harus segera mulai mengubah pola pemanfaatan energi, dari fosil ke energi terbarukan yang lebih hebat dan efisien. Baik itu di lingkungan rumah tangga, industri, perkantoran, lembaga pendidikan, pusat bisnis, dan lain sebagainya.
BACA JUGA: Duta Besar Australia Datang ke Sleman, Ada Apa?
Sebagai WNI yang tak ingin uang negera habis untuk subsidi BBM dan listrik, Gus Yusron dan Kiai Masrur sepakat perlu adanya gerakan radikal terkait pemanfaatan energi terbarukan.
Dua tokoh NU ini akan terus mendorong kepada para pengurus PBNU lebih serius mengkampanyekan optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan. Alasannya, bila masyarakat tidak dipaksa mengubah pola pemanfaatan energi dari energi fosil ke non fosil, maka pencemaran karbon di Bumi akan semakin memburuk.
“Imbasnya, tentu berpengaruh pada ketahanan tubuh dan kesehatan manusia,” tandas Yusron yang juga aktivis penggerak energi terbarukan Indonesia ini.
Sebagai tokoh NU yang peduli dengan energi, Kiai Masrur menjelaskan, pihaknya akan segera berkomunikasi dengan jajaran pengurus PBNU. Ia ingin momentum peringatan Harlah NU 1 Abad pada Februari 2023 mendatang juga mengangkat isu tentang optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan.
BACA JUGA: Sleman Bakal Gelontorkan Rp5,37 Miliar Bansos BBM untuk Warganya
Jika perlu, NU menjadi garda terdepan dari unsur civil society yang serius melakukan gerakan mengurangi pencemaran lingkungan dan udara sesuai dengan kesepakatan negara-negara anggota PBB.
“NU memiliki peran yang sangat besar untuk mencegah dan mengurangi pencemaran lingkungan dan udara. Sebab, warga nahdiyin jumlahnya puluhan juta orang. Sudah saatnya NU ikut memikirkan masa depan bumi dengan berbicara masalah optimalisasi pemanfaatan energi terbarukan dalam forum-forum nasional dan internasional,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Daihatsu kembali menghadirkan keseruan Daihatsu Kumpul Sahabat 2026 di Batam. Berlangsung pada 2–6 September 2026 di Mega Mall Batam Centre
Sebanyak 512 santri terdampak keracunan MBG di Sidoarjo. BGN melakukan investigasi dan menyiapkan sanksi bagi SPPG.
DPRD Sleman mendorong kuota Beasiswa Patriot Transmigrasi bagi lulusan S1 untuk melanjutkan S2 sebelum mengabdi di wilayah 3T.
Hotspot Kalbar dan Kalteng kembali naik. Menhut Raja Juli Antoni menetapkan kedua provinsi sebagai prioritas penanganan karhutla.
Delapan WNI disebut menjadi tentara Rusia. BIN dan Kemlu RI menelusuri dugaan perekrutan serta memverifikasi informasi tersebut.
DPRD DIY menyebut ada BTT sekitar Rp15 miliar untuk mengantisipasi kekeringan 2026 jika kebutuhan penanganan meningkat.