Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Bus Transjogja menjemput penumpang di Terminal Condongcatur, Kapanewon Depok, Rabu (14/9/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN — Kenaikan harga BBM akan berdampak bagi masyarakat pengguna transportasi angkutan umum lantaran tarif yang juga ikut naik.
Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) menyebut hal ini akan berdampak pada penurunan penumpang angkutan umum. Beberapa daerah telah menaikkan tarif angkutan umum guna menyesuaikan harga kenaikan BBM.
Tak heran, pasalnya menurut Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, komponen bahan bakar menjadi komponen yang terbesar pada operasional layanan transportasi, berkisar 11%-40%.
Peneliti Pustral UGM, Dewanti, menjelaskan kenaikan tarif angkutan umum dan transportasi daring akan memberikan dampak bagi penurunan jumlah penumpang namun hal itu tidak hanya berlangsung sesaat.
“Biasanya masyarakat akan mengurangi kegiatan perjalanan dengan kenaikan tarif. Tapi bagi yang membutuhkan perjalanan, hal itu tidak menjadi masalah karena menjadi kebutuhan mereka untuk kelancaran aktivitas pekerjaannya,” ujarnya, Rabu (14/9/2022).
BACA JUGA: LDII DIY Berencana Bangun Pengolahan Sampah di Bantul & Sleman
Kenaikan tarif BBM sekarang ini tidak hanya dirasakan oleh angkutan umum saja, tetapi juga pengelola angkutan daring juga melakukan penyesuaian kenaikan tarif untuk membantu terjaganya pendapatan mitra pengemudi.
Walau di beberapa daerah tarif angkutan umum sudah dinaikkan, ada juga daerah yang tidak, seperti Trans Jogja DIY. “Di DIY tarif tidak dinaikkan, tetapi layanan dikurangi seperti jarak waktu antar-kedatangan bisa di halte agar kenaikan BBM tidak berdampak begitu besar,” katanya.
Dia mengapresiasi kebijakan pemerintah Provinsi DKI yang memberikan subsidi yang cukup besar bagi Transjakarta agar tidak mengalami kenaikan tarif.
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh DKI tidak semua daerah bisa melakukan hal yang sama. “Tergantung kemampuan keuangan daerah untuk bisa memberikan subsidi,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Viral perempuan bongkar dugaan perselingkuhan suami lewat data misterius pada timbangan pintar atau smart scale di rumahnya.
Imigrasi memperketat pengawasan WNA di Bantul lewat APOA. Hotel, homestay, dan vila diwajibkan melaporkan tamu asing secara berkala.
Hanung Bramantyo mengadaptasi Children of Heaven berlatar SD Muhammadiyah dengan pesan kuat tentang pendidikan karakter anak.
KPAID Kota Jogja mendorong penerapan pasal lebih berat dalam kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha
Pemerintah memangkas anggaran MBG 2026 menjadi Rp268 triliun demi efisiensi program Makan Bergizi Gratis.