Advertisement

Dilatarbelakangi Perang Rusia Ukraina, Fishum UIN Sunan Kalijaga Adakan Konferensi Internasional

Lugas Subarkah
Kamis, 15 September 2022 - 05:27 WIB
Budi Cahyana
Dilatarbelakangi Perang Rusia Ukraina, Fishum UIN Sunan Kalijaga Adakan Konferensi Internasional Dekan Fishum UIN Sunan Kalijaga, Moh Sodik (tengah) dan Dosen Komunikasi Fishum UIN Sunan Kalijaga, Bono Setyo (kanan) saat memberi keterangan pers, Kamis (14/9/2022). - ist Humas UIN Sunan Kalijaga

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (Fishum) UIN Sunan Kalijaga menggelar konferensi internasional Annual International Conference on Social Science and Humanities (AICOSH) 2022 pada kamis hingga Sabtu (15-17/9/2022).

Dekan Fishum UIN Sunan Kalijaga, Moh Sodik, menjelaskan konferensi internasional ini mengangkat tema Humanity in War and Conflict: Beyond Time and Space. Tema ini dilatarbelakangi situasi dunia yang sedang mengalami masa sulit imbas dari konflik Rusia dan Ukraina.

“Konferensi ini akan mempertemukan para peneliti dari berbagai negara dan disiplin ilmu, untuk menyebarluaskan penelitian mereka, dan pada akhirnya membahas signifikansi, pengaruh, dan kontribusi potensial Ilmu Sosial dan Kemanusiaan dalam masalah perang dan konflik,” ujarnya, Rabu (14/9/2022).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Tahun 2022 mewarisi beberapa konflik bencana yang berkelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya, mulai dari invasi Rusia ke Ukraina, pemberontakan Taliban di Afghanistan, hingga serangan bersenjata Israel yang tak ada habisnya di Palestina.

Belum lagi kasus-kasus pelanggaran HAM yang kurang terekspos seperti sengketa wilayah India-Pakistan atas Kashmir, persekusi terhadap warga Rohingya di Myanmar, dan dugaan genosida terhadap warga Uyghur di China.

Tidak terbatas pada perang dan konflik bersenjata, perang informasi di ruang digital juga telah menjadi isu kemanusiaan yang mengkhawatirkan di dunia saat ini. Pertumbuhan ekonomi yang melambat, keterbatasan energi dan bahan pangan menimbulkan gejolak dan kegagalan pemerintah di beberapa negara mengakibatkan kebangkrutan.

"Kami punya komitmen untuk kemanusiaan yang kuat. Konferensi ini bertujuan bagaimana nanti visi misi tentang perdamaian menjadi praksis di kemudian hari. Juga menjadi tonggak perhatian untuk problem-problem kemanusiaan di tingkat dunia sehingga UIN Sunan Kalijaga dan Fishum akan mendunia dalam basis perdamaian dan religiusitas," imbuhnya.

Untuk itu, peran akademisi di berbagai rumpun keilmuan sangat dibutuhkan untuk sumbangsih pemikiran, gagasan dan ide-ide tentang perdamaian, kemanusiaan dan hak hidup seluruh umat manusia. Akademisi diharapkan mampu menjadi katalisator bagi ketegangan dan kebuntuan politik yang mengakibatkan konflik baik dalam skala lokal, regional maupun global.

Dosen Komunikasi Fishum UIN Sunan Kalijaga yang akan menjadi salah satu pembicara dalam AICOSH 2022, Bono Setyo, berharap dengan kehadiran para peneliti dan pembicara dari berbagai negara akan memperkaya perspektif kemanusiaan dalam melihat konflik dan perang yang mengancam dunia.

Advertisement

Menurutnya, perbedaan bisa menjadi kekuatan tapi di sisi lain rentan menimbulkan konflik. "Kehidupan ini tidak bisa dilepaskan dari konflik dari mana saja apalagi di dalam berbangsa dan bernegara. Perbedaan agama, aliran, politik, gender, ekonomi, juga sumber konflik," tuturnya.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 7 hours ago

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Ini Daftar 10 Brand Lokal Asli Indonesia yang Sukses Mendunia

News
| Rabu, 28 September 2022, 03:37 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement