Advertisement

Sarasehan Budaya, Upaya Menebar Semangat Toleransi di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Luar Daerah

Media Digital
Jum'at, 16 September 2022 - 23:27 WIB
Budi Cahyana
Sarasehan Budaya, Upaya Menebar Semangat Toleransi di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa Luar Daerah Penampilan tarian dari perwakilan pelajar dan mahasiswa asal Jawa Tengah membuka sarasehan budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Jumat (16/9/2022). - Harian Jogja

Advertisement

JOGJA—Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY menyelenggarakan sarasehan budaya dengan melibatkan Ikatan Keluarga Pelajar dan Mahasiswa Daerah Indonesia (IKPMDI), Jumat (16/9/2022).

Kegiatan yang menjadi rangkaian Semarak Legenda Suku Se-Nusantara (Selendang Sutera) itu bertujuan memberikan wadah bagi pelajar dan mahasiswa luar daerah untuk mempererat persatuan. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY, Cahyo Widayat, mengatakan sebagai miniatur Indonesia, Jogja menjadi tempat bagi mahasiswa dan pelajar se-Indonesia dalam menimba ilmu. Pemda DIY merasa punya kewajiban untuk menggalakkan program budaya demi menjaga toleransi dan kerukunan tumbuh di kalangan pelajar dan mahasiswa. 

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

"Ini sudah menjadi komitmen kami bahwa DIY sebagai tuan rumah bagi mahasiswa dan pelajar harus bisa memberikan bimbingan baik untuk proses kelancaran pendidikan maupun transfer edukasi dalam menjaga semangat persatuan dan kesatuan," kata Cahyo. 

Menurutnya, ada banyak program yang dijalankan kepada mahasiswa dan pelajar oleh Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) DIY. Sejalan dengan ketugasan, program-program itu berkaitan dengan ekspresi kebudayan dari masing-masing daerah yang ditampilkan oleh pelajar dan mahasiswa. Dengan begitu, keterlibatan dan keterbukaan antar pelajar dan mahasiswa akan terbangun demi memupuk semangat kerukunan antar etnis di wilayah Jogja.

"Semuanya bertujuan untuk mendekatkan mereka dari berbagai etnis, kalau mereka bisa memahami semoga saat selesai pendidikan dan pulang ke daerah asal nanti akan bawa pengaruh yang baik bahwa di DIY mereka banyak belajar soal persatuan dan kesatuan," ujar Cahyo. 

Sarasehan kebudayaan yang diselenggarakan itu mengundang perwakilan dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY, Polda DIY, serta Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY. Sejumlah narasumber memberikan pemaparan seputar kepemimpinan, tanggung jawab generasi muda serta upaya menumbuhkan toleransi di kalangan pemuda. 

Ketua IKPMDI DIY, Asrizal Nilardin, menyebut ada sekitar 300.000 mahasiswa dan pelajar yang menimba ilmu dan tersebar di sejumlah kampus di Jogja. Menurutnya dengan wadah dan program semacam Selendang Sutera, pelajar dan mahasiswa lebih leluasa menampilkan serta mempromosikan kekayaan budaya masing-masing daerah kepada masyarakat sekitar. 

"Dengan dinamika dan tantangan zaman yang semakin besar, tanpa dasar kebudayaan yang kuat dan mengakar kita tentu tidak akan bisa mencapai Indonesia emas dan maju, sehingga generasi muda harus benar-benar berbudaya sebagai modal pembangunan bangsa ke depan," kata Asrizal. 

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Kesaksian Penonton saat Tragedi Kanjuruhan, Kengerian Menyayat di Depan Mata

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 18:07 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement