Mendikdasmen Tegaskan Ekskul Korps Kadet Tak Wajib
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Salah satu seniman tampil dalam Peristiwa Sastra FKY 2022: Yogyakarta Tanah Diaspora di Wisdom Park, Jumat (16/9/2022)./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, SLEMAN — Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) tahun ini digelar kembali dengan mengambil tema Merekah Ruah. Salah satu rangkaian acara FKY tahun ini adalah Peristiwa Sastra FKY 2022: Yogyakarta Tanah Diaspora yang digelar di Wisdom Park UGM selama dua hari, sejak 16-17 September 2022.
Acara itu menampilkan sejumlah pentas sastra, gelar wicara sastra, hingga bazar buku. Berbagai penyair baik dari Jogja maupun luar jogja yang menyemarakkan acara tersebut dan terdapat pula komunitas tulis yang masih aktif, yakni Jejak imaji dan Kutub.
Selain itu, musikus dan kelompok musik juga tampil, di antaranya adalah Gabriella Fernandez dan Asarkem.
Adapun gelar wicara sastra pada hari pertama berfokus pada Jogja sebagai tempat berkumpulnya berbagai orang dari wilayah yang hidup di Jogja. Sementara dari kedua, gelar wicara sastra membedah dinamika kehidupan di Jogja.
BACA JUGA: Selain Ramah Lingkungan, Bus Listrik Juga Bikin Indonesia Mandiri Energi
Berbagai akademisi dihadirkan untuk mengisi diskusi seperti Sunlie Thomas (kritikus dan penulis sastra) dan Katrin Bandel (Staf pengajar Ilmu Religi dan Budaya Universitas Sanata Dharma) dipandu oleh Bernardo J. Sucipto (penulis sastra dan pendiri Turkish Spirit) untuk berbagi perspektif mengenai sastra dan kehidupan di Jogja.
Salah satu koordinator Peristiwa Sastra FKY 2022, Latief S Nugraha menyampaikan bahwa acara tersebut memiliki pemahaman bahwa Jogja merupakan Tanah Diaspora. Jogja sebagai tempat bertemunya yang berbagai macam asalnya. “Kehidupan orang-orang di Jogja yang melemparkan orang kepada berbagai wacana wawasan,” ucap Latief pada Jumat (16/9/2022).
Jogja sebagai kota yang penuh peristiwa menghasilkan berbagai bentuk catatan. Menurut Latief kehidupan seseorang di Jogja direkam dalam bentuk catatan sastra, drama, hingga prosa yang lekat dengan kehidupan para pelajar Jogja.
Mantan redaktur halaman sastra salah satu koran lokal Jogja ini juga mengatakan bahwa acara inti yang menjadi highlight pada saat pentas teater. Berbeda dari tahun sebelumnya, konsep yang ditawarkan pada tahun ini lebih menarik karena pertunjukan dirangkai dalam sebuah naskah yang menjadi rangkaian pertunjukan yang menarik. “Gagasan besarnya ini untuk mengikat, bahwa kita semua orang-orang yang pernah hidup di Jogja sangat beragam tidak terlepas dari catatan sastra,” ucap Latief.
Festival Kebudayaan Yogyakarta 2022 dihelat selama bulan September ini dari 14-24 September 2022 dan berlangsung di kabupaten/kota se-DIY. FKY 2022 menghadirkan semangat tentang berbagai praktik kebudayaan menjadi sumber pengetahuan, pengalaman dan hiburan melalui pencatatan kebudayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan ekstrakurikuler Korps Kadet tidak wajib. Siswa bebas memilih, sedangkan pelaksanaannya diatur sekolah.
Veda Ega Pratama dipastikan siap balapan Moto3 Jepang setelah crash di Q2. Pembalap Indonesia itu akan start dari posisi ke-18.
Lebih dari 700 atlet mengikuti IRS Series 1 Bupati Bantul Cup IV 2026. Pemkab Bantul membidik bibit atlet sepatu roda potensial.
Apple akan memperketat Full Disk Access di macOS dengan kontrol tambahan karena risiko AI agent yang semakin mampu dan otonom.
Jennifer Hubner disorot netizen Malaysia setelah komentarnya soal permainan Timnas Malaysia. Polemik kemudian melebar ke persoalan keluarga.
Prancis ditahan Italia 1-1 di Stade de France. Zidane tetap puas meski Les Bleus gagal mempertahankan catatan sempurna di Nations League.