Dana Darurat Gunungkidul Rp8,6 Miliar Utuh, Baru Terpakai Rp459 Juta
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Foto ilustrasi penerangan jalan/Antara/Mohamad Hamzah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul memastikan tahun ini tak ada penambahan fasilitas Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU). Hal itu dikarenakan terbatasnya anggaran yang dimilliki oleh Pemkab Gunungkidul.
Kepala Dishub Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan aset LPJU milik pemkab ada dua. Pertama, lampu penerangan bertenaga surya sebanyak 650 unit yang merupakan hibah dari Pemerintah Pusat.
Kedua, lampu penerangan bertenaga listrik ada sebanyak 1.300 titik di 18 kapanewon.
BACA JUGA : Tagihan Listrik LPJU di Gunungkidul Naik
“Tahun ini tidak ada penambahan karena anggaran yang dimiliki terbatas,” kata Rakhmadian, Minggu (18/9/2022).
Meski demikian, ia memastikan ada upaya pemeliharaan terhadap aset LPJU yang dimilik sehingga dapat berfungsi dengan normal.
“Kalau ada rusak maka dilakukan perbaikan. Untuk LPJU tahun ini memang hanya sebatas pemeliharaan,” katanya.
Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum dan Perparkiran, Dishub Gunungkidul, Ely Siswanto mengatakan, meski pemkab tidak ada penambahan LPJU, namun di tahun ini ada bantuan dari Kementerian Perhubungan sebanyak 135 unit LPJU tenaga surya dari Kementerian ESDM dan 80 unit LPJU listrik dari Kementerian Perhubungan.
“Semua akan dipasang di jalan nasional. Untuk bantuan dari Pemerintah DIY ada 82 unit LPJU yang akan dipasang di jalan provinsi,” kata Ely.
Ditargetkan pemasangan ini selesai dalam kurun waktu dua bulan ke depan.
“Masih proses dan pengerajaan dilakukan oleh rekanan. Saat ini masih proses pemasangan pondasi untuk tiang LPJU,” katanya.
Ely tidak menampik, pagu anggaran LPJU banyak dipergunakan untuk membayar tagihan listrik. Terlebih lagi, sejak Agustus terjadi kenaikan tariff dasar listrik sehingga beban yang dibayarkan bertambah.
Sebelum ada kenaikan, tarif membayar listrik untuk penerangan jalan sekitar Rp850 juta. Namun setelah ada kenaikan beban ikut naik menjadi sekitar Rp954 juta. “Hampir Rp1 miliar yang dibayarkan untuk listrik penerangan jalan,” katanya.
Menurutnya, dengan adanya kenaikan maka dinas perhubungan meminta penambahan anggaran melalui APBD Perubahan. Penambahan yang diajukan hampir mencapai Rp500 juta untuk tambahan pembayaran tagihan listrik LPJU di Gunungkidul. "“Kalau ditotal lebih dari Rp7 miliar untuk membayar tagihan listrik LPJU,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan dana darurat Rp8,64 miliar pada 2026. Hingga awal Juli, baru Rp459 juta digunakan untuk bencana dan kebutuhan mendesak.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Minggu 5 Juli 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
Kecelakaan di Berbah, Sleman, menewaskan pemotor setelah menabrak pembatas jalan dan terpental ke jalur berlawanan di Jalan Jogja–Solo.
Prakiraan cuaca BMKG hari ini didominasi berawan dan hujan ringan di sejumlah wilayah. Simak daerah yang berpotensi hujan dan petir.
Mediasi tunggakan gaji RSGM Bantul belum mencapai kesepakatan. Disnakertrans menjadwalkan mediasi terakhir sebelum sengketa berlanjut ke PHI.
Prediksi rupiah 6 Juli 2026 menguat ke kisaran Rp17.910 per dolar AS. Simak sentimen global dan domestik yang memengaruhi pergerakannya.