Ekspor DIY Juli 2026 Capai US$50,64 Juta, Surplus Perdagangan US$37,43 Juta
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Warga berdemonstrasi menolak LDII di Dusun Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman beberapa waktu lalu/Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN--Hingga saat ini pemerintah belum mengeluarkan keputusan terkait kasus penolakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Dusun Balong, Bimomartani, Ngemplak, Sleman beberapa waktu lalu.
Kepala Kantor Kemenag Sleman Sidik Pramono mengatakan saat ini pemerintah masih dalam proses pengambilan kebijakan atas peristiwa tersebut. Diharapkan keputusan yang diambil nantinya akan mengarah pada kondisi Dusun Balong yang rukun dan damai. Masing-masing pihak, kata dia, sudah ditemui dan saat ini proses pertemuan kedua belah pihak.
"Arahnya tentu membangun kerukunan kedua belah pihak di Balong. [saat ini] masih mencari format terbaik," ucapnya kepada Harianjogja.com, Selasa (20/9/2022).
BACA JUGA: Tok! DPR Setuju, RUU Perlindungan Data Pribadi Resmi Jadi Undang-Undang
Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman, Suwarjo mengatakan sampai saat ini belum ada titik temu. Warga Balong menginginkan agar renovasi masjid tidak dilanjutkan. Sementara dari LDII menginginkan sebaliknya.
"Senin sore minggu lalu, Pemkab mengundang kami untuk dialog penyelesaian masalah Balong. Dari Pemkab diwakili Kemenag dan Kabag Kesra. Belum bisa ditemukan titik temu," ucapnya.
Suwarjo mengatakan, jika kedatangan jemaah LDII dari luar Balong dianggap terlalu banyak, maka LDII bersedia mengurangi kedatangan jamaahnya yang ikut pengajian di Balong. Sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Perlu diketahui dimanapun kami berada, aktivitas mengaji ke tempat-tempat pengajian kami pasti frekuensinya lumayan tinggi. Pengajian merupakan sarana kami membina warga kami mulai dari usia cabe rawit, pra-remaja, remaja, yang sudah berkeluarga hingga yang lansia," jelasnya.
Semua kegiatan menurutnya terjadwal secara rutin setiap minggunya, dan menggunakan sarana ibadah berupa tempat pengajian atau masjid. LDII berharap agar segera ada jalan damai yang disepakati.
"Dengan menganut prinsip kebebasan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing," harapnya.
Sementara itu, Dukuh Tegal Balong Sunaryo mengatakan warga sudah melakukan audiensi dengan Kemenag dan Sekda. Warga masih menunggu keputusan akhir dari Pemda.
"[keinginan warga] dikembalikan seperti awal masuk. Hanya izin bermukim," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekspor DIY Juli 2026 mencapai US$50,64 juta dan impor US$13,21 juta. Neraca perdagangan surplus US$37,43 juta.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.
Direktur BYAN Alastair McLeod menjual 185.200 saham senilai Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group sebagai pemegang 30% BYAN.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga lebat di sejumlah daerah Rabu. Gelombang hingga 4 meter juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan.