Advertisement

Penolakan Tobong Gamping di Gunungkidul Masih Berlanjut, Keranda Dibawa-bawa

David Kurniawan
Selasa, 27 September 2022 - 14:57 WIB
Budi Cahyana
Penolakan Tobong Gamping di Gunungkidul Masih Berlanjut, Keranda Dibawa-bawa Massa Aliasi Rakyat Gunungkidul membawa keranda di Alun-Alun Wonosari sebagai bentuk protes rencana pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Selasa (27/9/2022). - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gunungkidul menggelar demonstrasi menolak pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen. Selain berjalan kaki dari Pasar Pring menuju Alun-Alun Wonosari, massa juga membawa keranda sebagai bentuk protes.

Koordinator aksi Ervan Bambang Dermanto mengatakan aksi jalan membawa keranda merupakan bentuk protes atas kengototan Pemkab Gunungkidul membangun Patung Tobong Gamping. Rencananya patung ini akan menggantikan Patung Kendang di Bundaran Siyono.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

“Kami minta pemkab tidak mengganti Patung Kendang dengan Tobong Gamping,” kata Ervan kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).

Dia menjelaskan massa berdemonstrasi karena aspirasi yang disampaikan melalui DPRD tak digubris oleh pemkab. Hal ini terlihat dari rencana penataan kota yang tetap mempertahankan pembangunan miniatur Tobong Gamping.

“Kami sudah menyampaikan aspirasi lewat cara yang etis, namun tetap tidak didengarkan sehingga terpaksa turun ke jalan,” katanya.

Ervan berpendapat Patung Kendang sudah pas karena membentuk sumbu filosofis mulai dari Jalan Manthous, Patung Kendang di Bundaran Siyono hingga Taman Budaya Gunungkidul. Adapun Tobong Gamping malah akan mencoreng citra Gunungkidul yang saat ini sudah terbangun dengan baik.

Menurut dia, ikon ini sangat berkaitan dengan eksploitasi sumber alam berupa tambang batu kapur. “Kami juga membawa keranda lengkap dengan taburan sebagai simbol protes. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa didengar,” katanya.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti mengatakan sudah memberikan rekomendasi terkait dengan pembangunan Patung Tobong Gamping. Seluruh anggota dewan sepakat menolak ide ini.

Advertisement

BACA JUGA: Ratusan Pohon Bakal Ditebang untuk Penataan Kota Wonosari Bernilai Rp7 Miliar

“Rekomendasi diberikan pada April 2022, namun tidak ditanggapi,” kata Endah.

Menurut dia, Tobong Gamping tidak memiliki nilai filosofis dan kehadiran monumen baru dinilai tak efektif. “Kami dengan tegas menolak dan proses penolakan ini juga memperhatikan aspirasi dari masyarakat,” katanya.

Advertisement

Endah memastikan DPRD Gunungkidul tidak akan ikut campur terkait dengan dampak yang bisa ditimbulkan berkaitan dengan rencana pemkab membangun Patung Tobong Gamping. “Kami tidak dilibatkan dalam perencaan untuk pembangunan,” katanya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement