Proyek Konservasi Burung Aviary Purwosari Ditarget Rampung 2029
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Massa Aliasi Rakyat Gunungkidul membawa keranda di Alun-Alun Wonosari sebagai bentuk protes rencana pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono, Selasa (27/9/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Gunungkidul menggelar demonstrasi menolak pembangunan Patung Tobong Gamping di Bundaran Siyono di Kalurahan Logandeng, Playen. Selain berjalan kaki dari Pasar Pring menuju Alun-Alun Wonosari, massa juga membawa keranda sebagai bentuk protes.
Koordinator aksi Ervan Bambang Dermanto mengatakan aksi jalan membawa keranda merupakan bentuk protes atas kengototan Pemkab Gunungkidul membangun Patung Tobong Gamping. Rencananya patung ini akan menggantikan Patung Kendang di Bundaran Siyono.
“Kami minta pemkab tidak mengganti Patung Kendang dengan Tobong Gamping,” kata Ervan kepada wartawan, Selasa (27/9/2022).
Dia menjelaskan massa berdemonstrasi karena aspirasi yang disampaikan melalui DPRD tak digubris oleh pemkab. Hal ini terlihat dari rencana penataan kota yang tetap mempertahankan pembangunan miniatur Tobong Gamping.
“Kami sudah menyampaikan aspirasi lewat cara yang etis, namun tetap tidak didengarkan sehingga terpaksa turun ke jalan,” katanya.
Ervan berpendapat Patung Kendang sudah pas karena membentuk sumbu filosofis mulai dari Jalan Manthous, Patung Kendang di Bundaran Siyono hingga Taman Budaya Gunungkidul. Adapun Tobong Gamping malah akan mencoreng citra Gunungkidul yang saat ini sudah terbangun dengan baik.
Menurut dia, ikon ini sangat berkaitan dengan eksploitasi sumber alam berupa tambang batu kapur. “Kami juga membawa keranda lengkap dengan taburan sebagai simbol protes. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan bisa didengar,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti mengatakan sudah memberikan rekomendasi terkait dengan pembangunan Patung Tobong Gamping. Seluruh anggota dewan sepakat menolak ide ini.
BACA JUGA: Ratusan Pohon Bakal Ditebang untuk Penataan Kota Wonosari Bernilai Rp7 Miliar
“Rekomendasi diberikan pada April 2022, namun tidak ditanggapi,” kata Endah.
Menurut dia, Tobong Gamping tidak memiliki nilai filosofis dan kehadiran monumen baru dinilai tak efektif. “Kami dengan tegas menolak dan proses penolakan ini juga memperhatikan aspirasi dari masyarakat,” katanya.
Endah memastikan DPRD Gunungkidul tidak akan ikut campur terkait dengan dampak yang bisa ditimbulkan berkaitan dengan rencana pemkab membangun Patung Tobong Gamping. “Kami tidak dilibatkan dalam perencaan untuk pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan aviary Purwosari Gunungkidul kembali dilanjutkan tahun ini dengan anggaran Rp5,6 miliar dari Dana Keistimewaan DIY.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.