DAMRI Bandara YIA Hari Ini Kamis 23 Juli 2026, Cek Jadwalnya
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 23Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Komitmen pemerintah dan swasta dalam rangka melakukan kerja sama terkait edukasi masyarakat agar memilah sampah. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Kesadaran memilah sampah plastik untuk didaur ulang di tengah masyarakat masih tergolong rendah. Kondisi ini ke depan bisa menjadi bom waktu sehingga edukasi ke masyarakat harus terus menerus dilakukan.
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah sampah plastik di 2021 sebanyak 17% atau sekitar 11,6 juta ton dari total sampah sebesar 68,5 juta ton. Jumlah sampah plastik terus mengalami peningkatan sejak 2010 silam hingga saat ini. Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk berusaha mengurangi penggunaan perkakas yang menjadi sumber sampah non organik seperti plastik. Bahkan masyarakat enggan memilah sampah yang dapat didaur ulang. Sehingga hal ini perlu diedukasi.
Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM KLHK, Ade Palguna, mengapresiasi adanya pihak swasta melalui program CSR yang memberikan perhatian untuk penanganan sampah. Salah satunya dilakukan Amerta Indah Otsuka yang melakukan pembinaan bagi sekolah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup melalui Otsuka Blue Planet. Ia mengakui edukasi penanganan sampah harus terus dilakukan.
“Kami menyadari bahwa untuk mengurangi sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif dari masyarakat serta sektor lainnya seperti pihak swasta, sehingga kami sangat mengapresiasi pihak yang membantu proses ini,” katanya, Selasa (27/9/2022).
BACA JUGA: 11 Mahasiswa AS Dikenalkan Pancasila dan Keberagaman Budaya Jogja
Edukasi demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan fokus pada tiga sektor penting yaitu Otsuka Eco Village, Otsuka Blue School, dan Otsuka Eco Bottle. Serangkaian edukasi masyarakat dilakukan bersama KLHK demi terciptanya masyarakat yang mampu mengelola sampah berkelanjutan dengan baik dan benar secara mandiri.
Corporate Communication Manager Amerta, Indah Otsuka Laibun Sobri, mengatakan hingga saat ini penumpukan sampah di pembuangan akhir disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah yang dapat didaur ulang. Oleh karena itu ia membuat program bertujuan untuk membantu mengubah perilaku masyarakat agar dapat mengelola sampah secara mandiri.
Selanjutnya, Otsuka Blue School merupakan program yang dilakukan di tingkat SMA, program ini membantu para siswa, guru dan pegawai sekolah agar dapat melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan khususnya botol plastik secara baik dan benar. Sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan baru yang akan berlanjut hingga dewasa serta menjadi agent of change bagi lingkungan.
BACA JUGA: BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia
“Kami membuat kemasan botol plastik dengan bahan material daur ulang. Hari ini, telah dilakukan pengiriman pertama botol plastik dengan komposisi 30% berbahan dasar daur ulang, yang rencananya secara bertahap akan terus ditingkatkan hingga mencapai komposisi 100% pada tahun 2030,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 23Juli 2026 lengkap dengan rute ke Sleman, Kota Jogja, Gamping, Condongcatur, dan tarif Rp80.000.
Jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Sabtu, 25 Juli 2026. Kereta pertama berangkat pukul 05.00 WIB dari Stasiun Palur dengan tarif Rp8.000.
Jadwal lengkap KRL Jogja-Solo Sabtu, 25 Juli 2026. Tersedia 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dengan tarif Rp8.000 hingga Palur.
Indonesia dan tujuh negara mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh lebih dari 4.200 pemukim Israel di Yerusalem Timur.
FBI mengembalikan delapan artefak budaya asal Papua yang diselundupkan secara ilegal ke Amerika Serikat kepada Pemerintah Indonesia.
Presiden Prabowo meminta Nanik S. Deyang tetap membantu BGN sebagai bagian dewan pengawas usai mengundurkan diri.