Advertisement

Kesadaran Mengelola Sampah Plastik Masih Rendah, Masyarakat Perlu Diedukasi

Sunartono
Rabu, 28 September 2022 - 07:17 WIB
Sirojul Khafid
Kesadaran Mengelola Sampah Plastik Masih Rendah, Masyarakat Perlu Diedukasi Komitmen pemerintah dan swasta dalam rangka melakukan kerja sama terkait edukasi masyarakat agar memilah sampah. - Ist.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJAKesadaran memilah sampah plastik untuk didaur ulang di tengah masyarakat masih tergolong rendah. Kondisi ini ke depan bisa menjadi bom waktu sehingga edukasi ke masyarakat harus terus menerus dilakukan.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jumlah sampah plastik di 2021 sebanyak 17% atau sekitar 11,6 juta ton dari total sampah sebesar 68,5 juta ton. Jumlah sampah plastik terus mengalami peningkatan sejak 2010 silam hingga saat ini. Hal ini disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk berusaha mengurangi penggunaan perkakas yang menjadi sumber sampah non organik seperti plastik. Bahkan masyarakat enggan memilah sampah yang dapat didaur ulang. Sehingga hal ini perlu diedukasi.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Kepala Badan Penyuluhan & Pengembangan SDM KLHK, Ade Palguna, mengapresiasi adanya pihak swasta melalui program CSR yang memberikan perhatian untuk penanganan sampah. Salah satunya dilakukan Amerta Indah Otsuka yang melakukan pembinaan bagi sekolah dan masyarakat dalam mengelola lingkungan hidup melalui Otsuka Blue Planet. Ia mengakui edukasi penanganan sampah harus terus dilakukan.  

“Kami menyadari bahwa untuk mengurangi sampah plastik sangat dipengaruhi oleh upaya dan kontribusi positif dari masyarakat serta sektor lainnya seperti pihak swasta, sehingga kami sangat mengapresiasi pihak yang membantu proses ini,” katanya, Selasa (27/9/2022).

BACA JUGA: 11 Mahasiswa AS Dikenalkan Pancasila dan Keberagaman Budaya Jogja

Edukasi demi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan fokus pada tiga sektor penting yaitu Otsuka Eco Village, Otsuka Blue School, dan Otsuka Eco Bottle. Serangkaian edukasi masyarakat dilakukan bersama KLHK demi terciptanya masyarakat yang mampu mengelola sampah berkelanjutan dengan baik dan benar secara mandiri.

Corporate Communication Manager Amerta, Indah Otsuka Laibun Sobri, mengatakan hingga saat ini penumpukan sampah di pembuangan akhir disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah yang dapat didaur ulang. Oleh karena itu ia membuat program bertujuan untuk membantu mengubah perilaku masyarakat agar dapat mengelola sampah secara mandiri.

Selanjutnya, Otsuka Blue School merupakan program yang dilakukan di tingkat SMA, program ini membantu para siswa, guru dan pegawai sekolah agar dapat melakukan pengelolaan sampah berkelanjutan khususnya botol plastik secara baik dan benar. Sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan baru yang akan berlanjut hingga dewasa serta menjadi agent of change bagi lingkungan.

Advertisement

BACA JUGA: BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

“Kami membuat kemasan botol plastik dengan bahan material daur ulang. Hari ini, telah dilakukan pengiriman pertama botol plastik dengan komposisi 30% berbahan dasar daur ulang, yang rencananya secara bertahap akan terus ditingkatkan hingga mencapai komposisi 100% pada tahun 2030,” ujarnya.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Film Strangers with Memories Ajak Masyarakat Gunakan Transportasi Publik

News
| Rabu, 30 November 2022, 22:27 WIB

Advertisement

alt

Masangin Alkid, Tembus Dua Beringin Bakal Bernasib Mujur

Wisata
| Selasa, 29 November 2022, 15:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement