Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sejumlah mahasiswa UGM mengikuti doa bersama dan refleksi tragedi Stadion Kanjuruhan, di GOR Pancasila UGM, Selasa (4/10/2022)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, SLEMAN—Turut bersolidaritas atas tragedi di stadion Stadion Kanjuruhan beberapa waktu lalu, civitas akademik UGM khususnya yang terlibat dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan kelompok suporter menggelar doa bersama dan refleksi, Selasa (4/10/2022).
Berlangsung di GOR Pancasila, kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa ini diawali dengan doa lintas iman untuk mendoakan korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Setelah berdoa, beberapa perwakilan masing-masing elemen menyampaikan refleksi atas tragedi tersebut.
Ketua Forum Komunikasi (Forkom) UKM UGM, Bram Kusuma, menjelaskan kegiatan ini merupakan bentuk rasa duka bersama atas terjadinya tragedi Kanjuruhan. “Melibatkan Fanbase sepak bola yang basis masanya di UGM, seperti Brajamusti Gajah Mada, Bonek UGM, Maiden UGM, Campus Boyz UGM dan Arek Malang,” ujarnya.
Ia berharap untuk para suporter agar dengan duka cita ini bisa menjadi pengingat kedepan dalam membawa perdamaian di antara kelompok suporter. Kepada pihak yang berwenang ia berharap ada pengusutan secara tuntas atas tragedi yang menelan ratusan korban jiwa itu.
BACA JUGA: Demi Prabowo, Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan di Pilpres 2024
“Entah siapa pun itu, harapannya ada pengusutan secara tuntas. Siapa yang bertanggung jawab atas tragedi ini. Tidak hanya diusut, tapi diharapkan juga bisa benar-benar menjadi evaluasi bersama, dari pihak berwajib, PSSI, yang sampai sejauh ini masih menjadi tinta merah sepak bola Indonesia,” katanya.
Salah satu anggota Brajamusti Gajah Mada, Adi Alfreda, mengatakan tragedi ini adalah momentum untuk menurunkan ego masing-masing kelompok suporter. “Harapannya rivalitas bisa berjalan secara sehat dan kreatif,” kata dia.
Ia berharap tragedi ini menjadi yang terakhir dan tidak akan terulang lagi di masa mendatang. Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta PSSI dan PT LIB sebagai penyelenggara liga untuk lebih mengetatkan aturan FIFA diterapkan di lapangan.
“Dari PSSI atau LIB lebih diketatkan di sana. Soalnya kita kan di bawah induknya FIFA. Maka dari itu, kita tetap mendorong LIB dan PSSI lebih diketatkan SOP-nya, sesuai aturan di FIFA,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Semangat berdikari di bidang pangan kembali digaungkan dari jantung Kota Jogja melalui Festival Mustika Rasa yang digelar pada 29–30 Agustus 2026 di Alun-Alun
Kemdiktisaintek menyiapkan RPL bagi mahasiswa kesehatan yang melewati batas studi untuk mempercepat pemenuhan tenaga kesehatan.
China mewaspadai bencana susulan setelah banjir Nepal-Tibet. Ratusan korban masih hilang dan ancaman danau glasial terus dipantau.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di sejumlah kota pada Sabtu, disertai cuaca berawan, udara kabur, asap, dan kabut
BI DIY memusnahkan 18.680 lembar Rupiah palsu hasil temuan 2015-2025. Simak asal uang palsu dan imbauan BI kepada masyarakat.