Advertisement

UAD Bantu Pencegahan Stunting di Wonosari

Media Digital
Kamis, 06 Oktober 2022 - 01:37 WIB
Budi Cahyana
UAD Bantu Pencegahan Stunting di Wonosari Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengadakan pendampingan pencegahan stunting di Kalurahan Wonosari, Wonosari. - Istimewa

Advertisement

GUNUNGKIDUL—Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta mengadakan pendampingan pencegahan stunting di Kalurahan Wonosari, Wonosari. Kegiatan pendampingan ini merupakan wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan lintas jurusan karena melibatkan perwakilan dari Prodi S1 Farmasi, Prodi Pendidikan Guru PAUD serta Prodi Bisnis Makanan. Anggota yang terlibat di antaranya  Ginanjar Zukhruf Saputri, bersama Hari Susanti, Ikhwan Ridwan Rais, Intan Puspitasari, dan Nurul Putrie Utami.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Lurah Wonosari Tumija mendukung kegiatan pendampingan pencegahan stunting. Hal ini dikarenakan angka stunting di Kalurahan Wonsoari yang masih relatif tinggi. “Upaya penccegahan sudah ada melalui program dari pemerintah,” katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (5/10/2022).

Dia berharap dengan program pendampingan ini, maka angka stunting di Wonosari dapat ditekan sekecil mungkin. “Memang untuk pencegahan butuh partisipasi dari semua pihak,” kata Tumija.

Apoteker Ginanjar Zukhruf Saputri mengatakan, upaya pencegahan dilakukan dengan memaksimalkan peran posyandu. Salah satunya dengan melakukan skrining kesehatan anak serta ibu hamil. “Skrining ini sangat penting karena bisa menjadi deteksi awal untuk pencegahan,” katanya.

Intan Puspitasari menambahkan dampak stunting pada anak adalah penurunan kemampuan kognitif sehingga menurunkan prestasi belajar anak. Selain itu, juga bisa memiliki resiko rentan mengalami penyakit gangguan metabolik. “Sehingga harus ada pencegahan sejak dini,” katanya.

Kegiatan pendampingan pencegahan stunting dilakukan pada 22 Agustus 2022 dan 22 September 2022 dan akan berlanjut di Oktober 2022. Edukasi bahan makanan berbahaya disampaikan oleh Hari Susanti. Dalam kegiatan ini, dilakukan simulasi pengecekan sederhana terkait kadar formalin atau borak dalam makanan.

Pendampingan ini dilakukan sebagai wujud pengabdian pada masyarakat ini berkolaborasi dengan tim mahasiswa S1 Farmasi serta Prodi Pendidikan Apoteker UAD. Hal ini ditujukan untuk menguatkan pembentukan karakter serta soft skill komunikatif, kolaboratif serta leadership mahasiswa.

Advertisement

Nurul Putrie Utami mengatakan pencegahan stunting dengan memanfaatkan pangan lokal. Adanya potensi lokal seperti budidaya hidroponik sayur mayur oleh kader posyandu balita serta beberapa peternak lele menjadi peluang dalam pendampingan.

“Inovasi produk olahan pangan fungsional menjadi salah satu tujuan dari kegiatan pendampingan stunting agar meningkatkan nilai gizi pada anak maupun ibu hamil,” katanya. (****)

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Gunung Semeru Masih Luncurkan Awan Panas

News
| Senin, 05 Desember 2022, 11:57 WIB

Advertisement

alt

Jangan Sampai Salah, Hotel 26 Lantai di China Ini Khusus untuk Babi

Wisata
| Minggu, 04 Desember 2022, 20:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement