Advertisement

2 Bangunan Arsitektur Gaya Jogja Jadi Ikon & Pengungkit Ekonomi Desa

Media Digital
Jum'at, 07 Oktober 2022 - 03:27 WIB
Budi Cahyana
2 Bangunan Arsitektur Gaya Jogja Jadi Ikon & Pengungkit Ekonomi Desa Bangunan arsitektur gaya Jogja dalam proses pembangunan di Jagalan, Banguntapan, Bantul. Bangunan ini diharapkan menjadi ikon dan pusat pengembangan ekonomi kawasan tersebut. - Ist

Advertisement

JOGJA—Pemda DIY memberikan bantuan keuangan khusus (BKK) dana keistimewaan DIY kepada dua kalurahan untuk membangun gedung atau suatu kawasan dengan arsitektur gaya Jogja. Kawasan ini diharapkan dapat mendatangkan wisatawan dan menjadi pengungkit ekonomi di sekitar kalurahan tersebut.

Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan bangunan arsitektur gaya Jogja itu merupakan hasil kajian dari Dinas Kebudayaan DIY yang kemudian diadopsi di dua tempat di wilayah Bantul yaitu Kalurahan Pleret, Kapanewon Pleret dan Kalurahan Jagalan, Kapanewon Banguntapan. Di Pleret, pada 2022 ini sudah memasuki tahun kedua pembangunan arsitektur gaya Jogja, berupa Gerbang Pleret yang telah diresmikan beberapa waktu lalu.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Kalau yang Gerbang Pleret merupakan lahan milik pemerintah daerah sehingga bisa dioptimalkan, bisa menarik perhatian syukur-syukur bisa mendatangkan wisatawan untuk selfie. Orang suka berfoto di lokasi itu dan kemudian menghasilkan nilai ekonomi dari tempat berjualan," kata Aris Minggu (2/10/2022).

Ia mengatakan Gerbang Pleret dilengkapi dengan sejumlah bangunan yang dapat dimanfaatkan untuk display produk UMKM yang saat ini sudah berjalan. Bahkan kawasan ini menjadi pusat dari pengembangan wisata budaya di wilayah Pleret. Karena di bangunan tersebut ada pokdarwis yang mengelola kunjungan wisata di sejumlah situs.

“Para pengunjung juga bisa menyaksikan berbagai produk UMKM yang berada di Gerbang Pleret ini,” ujarnya.

Selain di Pleret, saat ini arsitektur gaya Jogja juga diterapkan untuk gedung publik di Jagalan, Banguntapan, Bantul. Gedung itu baru dimulai pembangunannya pada 2022 ini. Hingga awal Oktober 2022 ini proses pencairan danais untuk pembangunan di Jagalan sudah memasuki tahap akhir. Adapun anggaran pembangunannya sebesar Rp1,2 miliar.

Jagalan adalah wilayah Bantul yang cukup dekat dengan Kotagede yang merupakan Mataram Islam dan Gerbang Pleret. Dengan demikian, ada keterkaitan budaya dan menghubungkan sejarah masa lalu di dalamnya. Kotagede dan Pleret memiliki sejarah penting dalam perjalanan Mataram Islam.

"Kalau tempat lain dibangun? Itu sangat memungkinkan. Akan tetapi saat ini yang kami bangun dua tempat tersebut, yang kebetulan punya sejarah tentang Jogja," katanya.

Advertisement

Aris mengatakan sama seperti Gerbang Pleret, nantinya bangunan arsitektur gaya Jogja di Jagalan diharapkan menjadi salah satu pengungkit ekonomi sekaligus ikon di kawasan tersebut. Salah satunya dengan konsep untuk fasilitasi pengembangan ekonomi di kawasan tersebut. Selain itu, bangunan tersebut diharapkan menjadi ikon bagi kawasan tersebut sehingga banyak dikunjungi sebagai sentra ekonomi maupun pariwisata.

"Bentuknya bisa UMKM, workshop tetapi yang paling penting adalah potensi ekonomi sekitar Jagalan bisa diberdayakan dengan adanya satu tempat yang difasilitasi Pemda DIY melalui dana keistimewaan,” ujarnya.  

Program pembangunan dua lokasi arsitektur gaya Jogja ini merupakan bagian dari investasi. Tidak hanya sekadar membangun sebuah bangunan lalu selesai, akan tetapi selanjutnya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. Serta dapat memberikan dampak perekonomian bagi masyarakat sekitar. (***)

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Cek Sederet Situs Live Streaming Gratis untuk Nonton Piala Dunia 2022

News
| Sabtu, 26 November 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Unik! Hindari Bajak Laut, Rumah di Pulau Ini Dibangun di Bawah Batu Raksasa

Wisata
| Sabtu, 26 November 2022, 17:27 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement