Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Ilustrasi/Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 52 PLTU yang ada saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar batu bara yang dikenal sebagai penghasil emisi gas rumah kaca. Civitas academica UGM pun mendorong peralihan bahan baku biomassa sebagai pengganti batu bara.
Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Samsul Kamal, menjelaskan Indonesia memiliki banyak sumber daya biomassa sebagai pengganti bahan baku batu bara. Teknologi untuk mengganti bahan bakar batu bara dengan biomassa dikenal dengan co-firing.
“Co-firing merupakan solusi strategis dan ekonomis dalam transisi energi di Indonesia dan upaya efektif untuk mengurangi emisi CO2,” katanya dalam seminar internasional Rekayasa Energi dan Thermofluid di Hotel Amaranta Prambanan, Sleman, Rabu (26/10/2022).
Dari hasil studi yang dilakukannya, biomassa sangat memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif karena rendah emisi sehingga relevan mendukung program energi bersih dan energi hijau dunia. “Biomassa sangat rendah kandungan sulfur dan nitrogen dan saya kira pembangkit listrik tenaga uap kita bisa menggunakan tenaga biomassa ini,” ujarnya.
Namun demikian, pemanfaatan biomassa untuk bahan bakar energi terbarukan menurutnya sangat memerlukan dukungan dari pemerintah, dalam hal ini PLN, untuk mulai mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan batu bara.
Teknologi co-firing di PLTU akan meningkatkan penggunaan biomassa di Tanah Air agar semakin berkembang dan memiliki nilai jual tinggi. Teknologi co-firing sebenarnya dapat mengonsumsi 100% bahan baku biomassa dengan menggunakan boiler PLTU yang sesuai.
BACA JUGA: Bukit di Gunungkidul Diledakkan Pakai Dinamit
Oleh karena itu, upaya peningkatan persentase pembakaran dengan bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik sangat memerlukan dukungan penelitian lebih lanjut dari sisi material serta aspek pembakaran. “Kolaborasi penelitian adalah langkah terbaik untuk melakukan itu,” ungkapnya.
Jika seluruh PLTU sudah menggunakan biomassa, program pengembangan biomassa sebagai energi baru dan terbarukan akan tumbuh dan berkembang baik dari sisi bisnis dan teknologinya. Dari hasil penelitiannya, berbagai lokasi sumber energi biomassa yang bisa dimanfaatkan.
“Yakni berasal dari hasil hutan tanaman energi atau industri, hutan sosial, limbah penebangan, hasil kayu dari pembukaan lahan, limbah pengolahan kayu, limbah agroforestri, dan dari limbah padat kota. Adapun jenis tanaman yang potensial yang bisa dikembangkan sebagai biomassa adalah akasia, kaliandra, gamal, pilang, turi dan lamtoro gung,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Kasus kekerasan di Sleman turun menjadi 286 pada 2025, namun KDRT masih mendominasi. Pemkab memperkuat pencegahan melalui keluarga dan RBI.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Menaker Yassierli memastikan pemerintah mengawal isu PHK buruh garmen di Jawa Tengah melalui verifikasi, mediasi, dan perlindungan hak pekerja.
DPC PDIP Kota Jogja Gelar Refleksi Kudatuli 1996, Eko Suwanto Ajak Kader Jaga Konstitusi & Demokrasi Untuk Kesejahteraan Rakyat
Tiket konser perdana YE di Jakarta mulai dijual 29 Juli 2026 pukul 10.00 WIB. Harga tiket mulai Rp1,875 juta melalui kanal resmi.