Advertisement

UGM Dorong Penggunaan Biomassa Gantikan Batu Bara

Lugas Subarkah
Kamis, 27 Oktober 2022 - 08:07 WIB
Budi Cahyana
UGM Dorong Penggunaan Biomassa Gantikan Batu Bara Ilustrasi - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Sebanyak 52 PLTU yang ada saat ini masih sangat bergantung pada bahan bakar batu bara yang dikenal sebagai penghasil emisi gas rumah kaca. Civitas academica UGM pun mendorong peralihan bahan baku biomassa sebagai pengganti batu bara.

Guru Besar Fakultas Teknik UGM, Samsul Kamal, menjelaskan Indonesia memiliki banyak sumber daya biomassa sebagai pengganti bahan baku batu bara. Teknologi untuk mengganti bahan bakar batu bara dengan biomassa dikenal dengan co-firing.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Co-firing merupakan solusi strategis dan ekonomis dalam transisi energi di Indonesia dan upaya efektif untuk mengurangi emisi CO2,” katanya dalam seminar internasional Rekayasa Energi dan Thermofluid di Hotel Amaranta Prambanan, Sleman, Rabu (26/10/2022).

Dari hasil studi yang dilakukannya, biomassa sangat memberikan manfaat sebagai bahan bakar alternatif karena rendah emisi sehingga relevan mendukung program energi bersih dan energi hijau dunia. “Biomassa sangat rendah kandungan sulfur dan nitrogen dan saya kira pembangkit listrik tenaga uap kita bisa menggunakan tenaga biomassa ini,” ujarnya.

Namun demikian, pemanfaatan biomassa untuk bahan bakar energi terbarukan menurutnya sangat memerlukan dukungan dari pemerintah, dalam hal ini PLN, untuk mulai mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan batu bara.

Teknologi co-firing di PLTU akan meningkatkan penggunaan biomassa di Tanah Air agar semakin berkembang dan memiliki nilai jual tinggi. Teknologi co-firing sebenarnya dapat mengonsumsi 100% bahan baku biomassa dengan menggunakan boiler PLTU yang sesuai.

BACA JUGA: Bukit di Gunungkidul Diledakkan Pakai Dinamit

Oleh karena itu, upaya peningkatan persentase pembakaran dengan bahan baku biomassa untuk pembangkit listrik sangat memerlukan dukungan penelitian lebih lanjut dari sisi material serta aspek pembakaran. “Kolaborasi penelitian adalah langkah terbaik untuk melakukan itu,” ungkapnya.

Advertisement

Jika seluruh PLTU sudah menggunakan biomassa, program pengembangan biomassa sebagai energi baru dan terbarukan akan tumbuh dan berkembang baik dari sisi bisnis dan teknologinya. Dari hasil penelitiannya, berbagai lokasi sumber energi biomassa yang bisa dimanfaatkan.

“Yakni berasal dari hasil hutan tanaman energi atau industri, hutan sosial, limbah penebangan, hasil kayu dari pembukaan lahan, limbah pengolahan kayu, limbah agroforestri, dan dari limbah padat kota. Adapun jenis tanaman yang potensial yang bisa dikembangkan sebagai biomassa adalah akasia, kaliandra, gamal, pilang, turi dan lamtoro gung,” kata dia.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Polisi Ogah Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal, Ini Alasannya

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement