Perkuat Kualitas Layanan Kebidanan Melalui Transformasi Digital
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, KLATEN—Tim pengadaan tanah untuk proyek pembangunan Tol Jogja Solo mencairkan uang ganti rugi (UGR) di lahan terdampak wilayah Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Selasa (1/11/2022). Sejumlah warga penerima UGR tak tertarik menggunakan uang untuk membeli mobil dan memilih untuk mendaftar haji.
Salah satu warga Wonoboyo, Suroto, 53, mengatakan lahannya yang terkena tol hampir 2.000 meter persegi. Nilai UGR yang dia terima sekitar Rp1,8 miliar.
“Lahannya berupa sawah,” kata Suroto saat ditemui seusai pencairan UGR di kantor Desa Wonoboyo, Selasa.
Suroto mengatakan sawah yang tergusur tol itu adalah sawah warisan orang tuanya untuk Suroto dan adiknya. Uang itu bakal dia gunakan membeli sawah. Hal itu sudah menjadi kesepakatan Suroto dengan adiknya.
“Soalnya naluri orang tua dulu, intinya dari sawah harus kembali ke sawah,” kata Suroto.
Dia sama sekali tak tertarik membeli mobil. Dia tetap bertekad menggunakan UGR yang dia terima mencari sawah pengganti.
Setelah mendapatkan sawah pengganti, Suroto memilih menggunakannya mendaftar ibadah haji atau umrah.
“Masalah mobil nanti saja. Ini saya baru kali pertama menerima uang miliaran rupiah. Rasanya bangga banget. Harganya lebih dari harga pasaran,” ungkap dia.
Warga lainnya yang menerima UGR, Purnomo, 39, mengatakan lahan miliknya yang kena tol seluas 800 meter persegi dari total sawah miliknya 2.200 meter persegi. UGR yang diterima Purnomo sekitar Rp1 miliar.
“Sisa lahan milik saya yang tidak terkena tol nanti tetap digarap untuk pertanian,” kata Purnomo.
Disinggung soal penggunaan UGR yang diterima, Purnomo mengatakan sementara masih dia simpan. Dia belum kepikiran menggunakan uang itu membeli mobil.
“Tadi memang ada yang menawari membeli mobil. Ya belum berpikir ke sana,” kata Purnomo.
BACA JUGA: Jalur Tol Jogja Solo Sudah Final, Pemda DIY Siap Antisipasi Konflik Pembebasan Lahan
Kasi Pengadaan Tanah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Sulistiyono, mengatakan jumlah total UGR yang dicairkan di Wonoboyo pada Selasa mencapai Rp33 miliar. Jumlah bidang yang terdampak mencapai 48 bidang milik perorangan atau total luas sekitar 27.021 meter persegi. “Jumlah bidang milik perorangan [yang terdampak tol di Wonoboyo] sebanyak 54 bidang. Yang sudah cair ada 48 bidang,” jelas Sulis.
Hingga kini, jumlah total lahan di Klaten yang sudah dibebaskan untuk pembangunan jalan tol sebanyak 2.708 bidang di 35 desa atau sekitar 68 persen dari total luas bidang terdampak tol di Klaten. Nilai UGR yang sudah dicairkan di Klaten hingga kini mencapai Rp2,2 triliun.
Jumlah total bidang lahan terdampak tol di Klaten mencapai 3.961 bidang. Lahan itu tersebar di 50 desa yang berada di 11 kecamatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di era modern, layanan kesehatan mengalami perubahan pesat seiring dengan kemajuan teknologi informasi.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.