Usulan MSCI Jadi Sorotan, Ekonom UGM Ungkap Risiko Saham RI
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN - Pandemi Covid-19 belum berakhir, kini malah muncul varian baru XBB. Epidemiolog Universitas Gadjah Mada (UGM), Bayu Satria Wiratama mengatakan varian baru XBB lebih berbahaya karena penularannya lebih cepat dibandingkan varian sebelumnya.
Meski akan terjadi peningkatan kasus namun tidak perlu sampai pembatasan ketat lagi seperti dulu. "Ndak perlu [pembatasan ketat]," ucapnya kepada Harianjogja.com, Minggu (6/11/2022).
Menurutnya vaksin yang ada masih efektif terhadap varian XBB. Sehingga meski terjadi kenaikan kasus harian yang cukup signifikan hospitalisasi atau keadaan yang mengharuskan seseorang tinggal di rumah sakit tidak akan meningkat signifikan.
"Varian baru ini lebih berbahaya karena lebih cepat menular daripada varian sebelumnya. Namun vaksin yang ada masih efektif," tuturnya.
Aktivitas masyarakat saat ini sudah berjalan dengan normal. Tapi protokol kesehatan sudah mulai diabaikan, seperti pemakaian masker di dalam ruangan sudah semakin kendor. Upaya-upaya pencegahan menurutnya masih perlu dilakukan.
Jika sakit jangan masuk ke kantor atau sekolah, istirahat dan makan yang cukup. Lalu apabila muncul gejala seperti sesak segera ke rumah sakit. Bagi yang belum vaksin booster segeralah vaksin booster. Khususnya bagi lansia dan orang dengan komorbid.
"Perlu juga mengingatkan orang-orang di sekitar khususnya dua kelompok itu, yang belum booster untuk segera booster. Memakai masker jika berada dalam ruangan indoor terutama lagi jika padat orang," jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati menyampaikan per 5 November 2022 penambahan kasus baru 44, dan kasus aktif sebanyak 368. Yuli menyebut penambahan kasus dalam beberapa hari ini naik turun.
BACA JUGA: Sampel Autopsi Kakak-Beradik Korban Kanjuruhan Diperiksa Laboratorium Independen
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan yakni menjaga protokol kesehatan, mengedepankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dijalankan, hingga vaksinasi satu dan dua, serta booster.
"[gejala XBB] bisa ringan bisa berat. Ringan bagi yang sudah vaksin sampai dengan booster dan tanpa komorbid. Berat bagi yang belum vaksin sama sekali dan semakin berat jika ada komorbid," kata Yuli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
IHSG sempat anjlok 11,57% pada Oktober 2026. BEI DIY mengingatkan investor memahami risiko, sementara ekonom UGM menjelaskan usulan MSCI.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Kamis, 29 Oktober 2026. Tarif Rp12.000 sekali jalan, tersedia enam jadwal pergi dan pulang.
Cek jadwal KSPN dari Malioboro ke Obelix Sea View dan Pantai Drini pada 29 Oktober 2026, lengkap dengan tarif dan jadwal pulang.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Kamis, 29 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari pagi hingga malam untuk kedua arah.
Jadwal KA Bandara YIA 29 Oktober 2026 tersedia untuk layanan reguler dan Xpress. Cek jam keberangkatan Jogja–YIA dan sebaliknya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.