Pilur Gunungkidul Digelar 26 September, Pemkab Minta Logistik Tuntas H-2
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Kasus corona di Gunungkidul terus meningkat dalam rentang waktu dua minggu terakhir. Kondisi ini berdampak terhadap jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit.
Hingga sekarang ada empat pasien aktif yang dirawat di RSUD Wonosari. “Untuk kamar masih aman karena masih banyak yang kosong,” kata Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati kepada wartawan, Senin (6/11/2022).
Menurut dia, ada peningkatan kasus penularan Corona di Gunungkidul. Hal ini juga berdampak terhadap tingkat keterisian ruang perawatan di rumah sakit.
“Sempat tidak ada pasien yang dirawat. Tapi sekarang ada karena memang pasiennya membutuhkan perawatan sehingga dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, kasus penularan Corona di Gunungkidul terus naik dalam rentang waktu dua minggu terakhir. Total hingga sekarang ada 23.048 warga yang dinyatakan positif corona.
Adapun yang dinyatakan sembuh ada 21.770 orang, menjalani perawatan sebanyak 83 pasien. Sedangkan yang meninggal dunia karena Corona sebanyak 1.195 kasus.
“Kenaikan tidak hanya di Gunungkidul karena seluruh wilayah DIY juga mengalami hal yang sama. Hari ini [Senin] ada tambahan sepuluh kasus baru, enam pasien sembuh dan dua kasus meninggal dunia,” kata Dewi.
Menurut dia, peningkatan kasus juga tak lepas adanya varian baru Corona XBB. Selain itu, juga disebabkan karena kondisi di masyarakat yang mulai mengabaikan protokol kesehatan.
“Sekarang sudah sangat longgar terkait dengan protokol kesehatan,” katanya.
Dewi meminta kepada masyarakat kembali disipilin menjalankan protokol kesehatan. Selama pandemi, warga sudah sangat paham dengan pemakaian masker, menjaga jarak hingga upaya mencuci tangan menggunakan sabun.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran virus corona. “Kami minta kepada warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” katanya.
BACA JUGA: Varian Covid-19 XBB Sudah Masuk DIY? Ini Kata Satgas UGM..
Adapun cara lain untuk menekan laju penularan dengan terus menggiatkan program vaksinasi. Dewi tidak menampik sempat ada masalah berkaitan dengan stok vaksin, tapi saat ini sudah lancar sehingga vaksinasi di masyarakat terus dijalankan.
Selain itu, upaya pencegahan lainnya dilakukan dengan meminta kepada satgas Covid-19 di setiap wilayah untuk memperketat pengawasan kegiatan di masyarakat, khususnya yang mengumpulkan banyak orang. “Semua harus berperan agar laju penularan bisa tetap terkendali,” kata mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak di 31 kalurahan Gunungkidul digelar 26 September 2026. Pemkab meminta seluruh logistik, terutama surat suara, siap H-2.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.