Jogja Siap Pecahkan Rekor MURI 1.000 Difabel Tuli
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Prilly Latuconsina./Suara.com
Harianjogja.com, SLEMAN—Prilly Latuconsina kembali menjadi dosen praktisi di kelas Kajian Selebritas di Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, Kamis (10/11/2022). Ini menjadi kedua kalinya akktris 26 tahun ini ke UGM melalui program Praktisi Mengajar bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Selama dua jam, Prilly menyampaikan materi terkait pola relasi media dengan selebritas. Ia membagikan pengalamannya dalam berhubungan dengan media dan bagaimana ketika nantinya bekerja dengan selebritas, khususnya saat mengelola krisis.
Media dan selebritas menurutnya memiliki hubungan sangat erat dan saling memanfaatkan satu sama lain. “Selebritas menyediakan konten bagi media dan media memberikan publisitas untuk selebritas,” ujarnya.
Media jadi wadah dan tempat bagi selebritas untuk tumbuh, merintis karier meraih popularitas. Sementara media membutuhkan selebritas dengan popularitas tinggi untuk meningkatkan engagement dengan audiensnya.
BACA JUGA: Sultan Sebut Kasus Aktif Covid-19 Naik 10 Kali Lipat, Sleman Paling Banyak
Ia juga memaparkan tentang bagaimana cara kerja mengelola krisis selebritas. Pengelolaan krisis ini menjadi penting karena seseorang dengan status selebritas sangat rawan dengan krisis. Oleh sebab itu, selebritas harus bisa memitigasi risiko yang disebabkan oleh krisis.
“Kalau saat krisis yang harus jaga emosi dan kontrol diri. Ini butuh tim publicis yang menenangkan dimana saat krisis tim ini yang kerja, tapi kalau di Indonesia dilakukan sendiri beda dengan di luar negeri ada tim yang gerak,” paparnya.
Ada beberapa interaksi yang bisa dilakukan dengan media disaat terjadi krisis, diantaranya dengan interview secara spontan, konferensi pers untuk hal yang harus diklarifikasi, konferensi pers secara reguler dan interaktif.
Ia mencontohkan beberapa selebriti yang dinilai memiliki hubungan baik dengan media, seperti Nagita Slavina, Maudy Ayunda dan Cinta Laura. Nagita Slavina dinilai sangat kooperatif dengan wartawan maupun media. Istri dari Raffi Ahmad ini tak jarang mengundang wartawan ke rumah dan selalu membagikan cerita kepada wartawan terkait bisnisnya.
Lalu Maudy Ayunda, adalah artis yang sangat peduli dengan kegiatan akademisnya dikenal ramah dengan media. Cerita dan berita tentangnya dianggap bisa memberikan dampak positif dan menginsipirasi banyak orang terutama kaum perempuan.
“Cinta Laura merupakan sosok multitalenta yang sangat terbuka kepada wartwan dan media. Ia seringkali membagikan cerita tentang karya terbarunya yang diproduksi di dalam maupun luar negeri serta aktifitas sosialnya khsusunya dibidang pendidikan dan perempuan,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja akan jadi lokasi pemecahan rekor MURI 1.000 difabel tuli sekaligus seminar kebangsaan disabilitas oleh KND.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.