Advertisement

Waspada DBD saat Musim Hujan, Dinkes Jogja: Tahun Ini Jumlah Kasus Meningkat

Yosef Leon
Jum'at, 11 November 2022 - 14:47 WIB
Arief Junianto
Waspada DBD saat Musim Hujan, Dinkes Jogja: Tahun Ini Jumlah Kasus Meningkat Foto ilustrasi. - Ist/Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja meminta warga untuk mewaspadai potensi penyakit demam berdarah dengue (DBD) menyusul datangnya musim hujan. Sampai dengan November ini total warga yang terserang DBD ada sebanyak 153 orang dengan dua di antaranya meninggal dunia. 

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja, Endang Sri Rahayu mengatakan, pada tahun ini jumlah penderita DBD mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

Pada tahun lalu total ada sebanyak 94 kasus DBD dengan satu pasien meninggal dunia. Oleh karenanya kewaspadaan masyarakat harus ekstra untuk mencegah. 

"Memang ada tren kenaikan dibandingkan tahun lalu, layanan tetap kami berikan lewat sosialisasi kepada masyarakat agar potensi penyakit ini bisa dicegah, apalagi dengan masuknya musim hujan," kata Endang, Jumat (11/11/2022). 

BACA JUGA: Demam Bisa Reda dengan Baluran Telur Rebus, Hoaks atau Fakta?

Dari 153 penderita yang terdeteksi pada tahun ini, lonjakan kasus cukup signifikan terjadi pada bulan Januari lalu dengan jumlah penderita sebanyak 41 orang kemudian disusul pada Mei dengan 22 penderita.

Menurut Endang, meningkatnya potensi penyakit DBD dikarenakan masih ada warga yang abai dengan gerakan 3M plus. "Angka Case Fatality Rate [CFR] 1,3 persen dan memang melampaui target pemerintah yang menetapkan kurang dari satu persen CFR DBD. Makanya kita tetap tidak bosan mengimbau dan sosialisasi agar penerapan 3M plus ini dijalankan," ungkap dia. 

Endang meminta agar kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran penyakit DBD bisa dimaksimalkan terutama pada saat musim penghujan ini. Gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola 3M plus diharapkan bisa dijalankan dengan optimal di lingkungan masing-masing.

Advertisement

Selain itu, pihaknya juga berharap agar warga bisa menggerakkan satu rumah satu juru pemantau jentik.  "Menutup tempat penampungan air, menguras, memanfaatkan kembali barang yang bisa dipakai, memanjat talang, hindari gigitan nyamuk dengan baju panjang, rapelent, tanaman pengusir nyamuk dan lain sebagainya harus dibiasakan untuk mencegah DBD," kata Endang.

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Polisi Ogah Beberkan Hasil Gelar Perkara Kasus Tambang Ilegal, Ini Alasannya

News
| Sabtu, 03 Desember 2022, 19:07 WIB

Advertisement

alt

Rawat Ribuan Ikan di Sungai, Rumah Pria Ini Jadi Rujukan Wisata

Wisata
| Sabtu, 03 Desember 2022, 14:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement