Advertisement

Libur Nataru Tanpa Pengetatan, DIY Minta Rumah Sakit Bersiap Antisipasi Lonjakan Kasus

Sunartono
Senin, 14 November 2022 - 18:17 WIB
Bhekti Suryani
Libur Nataru Tanpa Pengetatan, DIY Minta Rumah Sakit Bersiap Antisipasi Lonjakan Kasus Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY menyatakan tidak ada pengetatan kunjungan wisatawan saat akhir tahun 2022 akan tetapi pengelola wisata diarahkan untuk menerapkan protokol kesehatan dan tidak boleh melebihi kapasitas 100%. Meski demikian Pemda DIY meminta rumah sakit untuk bersiap untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi lonjakan kasus Covid-19.

Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan kasus Covid-19 akhir-akhir ini memang naik sehingga akan menjadi perhatian terutama saat jelang libur akhir tahun ini. Oleh karena itu pemerintah terus berupaya melakukan sosialisasi pencegahan penularan dengan memaksimalkan penerapan protokol kesehatan. Selain itu meminta kepada seluruh rumah sakit dan fasilitas layanan kesehatan di seluruh DIY untuk mempersiapkan diri jika kemungkinan terjadi peningkatan kasus secara signifikan yang sulit dikendalikan.

Advertisement

PROMOTED:  5 Mitos dan Fakta Kesehatan Anak ala Tokopedia Parents

"Termasuk kami juga meminta kepada laboratorium untuk bersiap-siap juga agar lebih maksimal melakukan pemeriksaan sampel ketika terjadi lonjakan kasus," katanya Senin (14/11/2022).

BACA JUGA: Langgar Aturan, Puskesmas Berbah yang Tolak Korban Kecelakaan Didatangi Ombudsman

Ia memperkirakan libur Nataru akan banyak kegiatan yang menimbulkan kerumunan. Di sisi lain, sampai saat ini belum ada kebijakan dari pusat terkait kemungkinan dilakukan pelarangan atau memperketat kerumunan saat libur akhir tahun. Dengan demikian, sampai saat ini tentunya DIY terbuka bagi wisatawan yang ingin merayakan libur di akhir tahun 2022.

Pemda DIY melakukan sejumlah langkah mulai dari saat ini seperti meningkatkan layanan vaksinasi kepada masyarakat agar cakupannya meluas. Hal ini sejalan dengan perintah dari pemerintah pusat agar meningkatkan capaian vaksinasi dan tidak memberikan perintah untuk pengetatan. Selain itu meminta kepada Dinas Kesehatan dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

"Sampai hari ini belum ada rencana untuk melakukan pengetatan atau penutupan saat akhir tahun. Tetapi kami minta agar tetap waspada dengan prokes," ujarnya.

Aji meminta kepada pengelola wisata agar kembali meningkatkan protokol kesehatan karena pada akhir tahun diperkirakan akan menjadi salah satu titik kerumunan saat libur natal dan tahun baru. Salah satunya dengan tetap menyediakan fasilitas cuci tangan dan menyiapkan masker. Sekaligus memperhatikan volume pengunjung jangan sampai melebihi dari ketentuan 100%.

Advertisement

"Ini yang harus menjadi perhatian, meski pun saat ini kuota wisata dan tempat hiburan ruang publik boleh 100 persen, jangan sampai lebih dari kuota itu, ini harus dipatuhi karena kasus sedang naik," ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharjo menyatakan selama saat ini memang sudah ada beberapa pengelola wisata yang menanyakan terkait kasus Covid-19 dengan kondisi pariwisata. Akan tetapi jika tidak ada kebijakan khusus untuk melakukan pengetatan dari pemerintah pusat, tentunya DIY akan berjalan seperti biasa. Meski demikian protokol kesehatan harus ditegakkan pada destinasi wisata.

"Termasuk kami sepakat kuota harus sesuai tidak boleh melebihi batas sehingga menimbulkan kerumunan yang berlebihan," katanya.

Advertisement

PROMOTED:  Kisah Dua Brand Kecantikan Lokal Raup Untung dari Tokopedia: Duvaderm dan Guele

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Piala Dunia 2022

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Dubes AS Kritik KUHP Soal Zina: Bisa Pengaruhi Hubungan RI-AS

News
| Kamis, 08 Desember 2022, 04:27 WIB

Advertisement

alt

Jalan Layang Paling Membingungkan di Dunia, Perlu 10 Menit Keluar Kalau Salah Jalur

Wisata
| Rabu, 07 Desember 2022, 23:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement