Viral Persahabatan Siswa SMK Bantul, Alif Dapat Laptop dari Alumni
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Tanah longsor yang menimpa satu rumah di Dusun Gunung Kukusan RT07 RW02, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo
Harianjogja.com, KULONPROGO-Hujan lebat disertai angin kencang di Kulonprogo menyebabkan tanah longsor yang menimpa satu rumah di Dusun Gunung Kukusan RT07 RW02, Kalurahan Hargorejo, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut namun kondisi rumah rusak parah akibat tertimpa material longsoran.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi mengatakan peristiwa bencana longsor tersebut terjadi pada Senin (14/11/2022) sore saat hujan lebat mengguyur wilayah Kokap lebih dari dua jam.
“Intensitas hujan cukup tinggi dengan durasi lebih dari dua jam menyebabkan tebing setinggi empat meter, panjang 10 meter, dan tebal satu meter longsor dan menghantam tembok sisi barat rumah warga,” katanya, Selasa (15/11/2022).
Joko mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut, namun tembok rumah jebol dan material masuk kedalam rumah. Kemudian pada Selasa pagi, masyarakat setempat langsung kerja bakti membersihkan material longsor di rumah milik Ashai, 42, tersebut.
BACA JUGA: Terlampau Padat dan Tak Beraturan, Kawasan Mrican Akan Ditata Ulang
Ashari mengatakan tanah longsor yang menimpa rumahnya itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB saat hujan lebat. Menurutnya, longsor dipicu oleh tebing yang telah retak imbas diguyur hujan lebat.
“Sudah ada tanda-tanda longsor, sebelumnya pas hujan lebat pertama kali ada keretakan tanah, terus langsung kemarin ada hujan lebat lagi retaknya itu akhirnya ya melorot,” katanya.
Beruntung 15 menit sebelum kejadian, Ashari bersama istri dan kedua anaknya telah mengungsikan diri ke rumah tetangga. Ia dan keluarga mengungsi karena melihat kontur tanah yang sudah retak dan rawan lonsgor.
Ashari mengatakan kerugian akibat kejadian longsor tersebut sekitar Rp10 juta karena tembok hancur. Sementara perabotan rumah masih bisa diselamatkan. Hanya tinggal memperbaiki tembok yang jebol.
Untuk sementara ini ia masih tetap mengungsi di rumah kerabatnya sampai waktu yang belum ditentukan karena ia masih khawatir longsor susulan terjadi sewaktu-waktu, “Ada rasa khawatir karena ada kemungkinan longsor lagi. Jadi sementara ini ngungsi di tempat kakak saya kebetulan di depan rumah,” ujarnya.
Sebelumnya beberapa hari pada pekan lalu juga terjadi sejumlah tanah longsor di Kulonprogo, mulai dari Kapanewon Kokap, Pengasih, Hingga Girimulyo, “Akibat longsor tersebut ada rumah yang tertimpa, jalan yang tertutup, baik jalan akses kabupaten maupun lingkungan. Rumah warga meliputi teras, dapur maupun rumah utama,” kata Ketua Tim Reaksi Cepat Kulonprogo, Sunardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Video siswa SMK Muhammadiyah 1 Bantul memberi sepatu kepada temannya viral. Seorang alumni kemudian memberikan laptop untuk mendukung belajar Alif.
Iran mengecam serangan AS ke fasilitas radar di Sirik dan Pulau Qeshm. Teheran menilai tindakan itu melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.
Jadwal KRL Solo–Jogja Minggu 7 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Bulog mempercepat penyaluran beras SPHP dan bantuan pangan. Stok beras nasional mencapai 5,3 juta ton dan dinilai aman untuk menjaga harga beras.
Anggota Polres Tuban berinisial TS meminta maaf atas video viral yang melibatkan dirinya. Korban menerima permintaan maaf dan memilih jalur damai.
Seorang bidan RSUD Besuki ditemukan meninggal di drainase Pantura Situbondo. Polisi menyelidiki dugaan pembunuhan dan melakukan olah TKP.