WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN–Dua orang meninggal dunia usai menabrak sebuah truk yang berhenti di pinggir jalan, di jalan Magelang Km 13, Kalurahan Triharjo, Kapanewon Sleman, tepatnya di sebelah utara RSUD Sleman, Kamis (17/11/2022) dini hari.
Kanit Laka Lantas Satlantas Polresta Sleman, Iptu Catur Bowo Laksono, menjelaskan dua korban meninggal adalah pengendara dan pembonceng motor Honda Beat dengan nomor polisi AA 4407 NG.
Korban diketahui merupakan warga Muntilan, Magelang. "Pengendara motor meninggal di lokasi kejadian, sedangkan pembonceng meninggal setelah dibawa ke RSUD Sleman. Keduanya mengalami cedera kepala cukup berat," ujarnya, Kamis (17/11/2022).
Adapun truk yang ditabrak waktu itu dikemudikan Okto Dwi Sandi, 32, warga asal Pacitan, Jawa Timur. Kecelakaan terjadi pukul 00.30 WIB. Waktu itu, truk sedang menunggu truk di depannya yang mogok, sehingga terhenti di sisi kiri jalan.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa IPB Terjerat Pinjol, Bagaimana Kondisi Kampus di Jogja?
"Truk saat itu sudah memberi rambu dan lampu peringatan bahaya. Di saat bersamaan, dari arah selatan ke utara melaju motor yang dikendarai korban, yang juga berada di sisi kiri jalan," ungkapnya.
Diduga karena kurang konsentrasi dan tidak melihat adanya truk yang berhenti, motor pun menabrak truk di depannya. Motor membentur bokong atau bak belakang truk dengan keras hingga korban terjatuh.
Selain cedera kepala parah hingga mengakibatkan kedua korban meninggal, kerusakan yang ditimbulkan meliputi body depan motor ringsek, bak belakang kanan truk lecet dan lampu sein belakang pecah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Polri dan Kepolisian Cina melakukan pertukaran buronan. Tiga buronan asal Tiongkok dipulangkan, sementara satu WNI diserahkan ke Indonesia.
Fahri Hamzah dan Sri Sultan HB X membahas penataan kota DIY, penyediaan hunian terjangkau, serta pengembangan kawasan permukiman di masa depan.
SDN Pingit menilai Program Makan Bergizi Gratis membantu siswa dari keluarga prasejahtera. Selama hampir setahun berjalan, belum ada kasus keracunan makanan.
Regrouping SD di Gunungkidul berlanjut setelah lima sekolah digabung. Disdik masih mengkaji sekolah lain menyusul banyaknya SD yang kekurangan murid.
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY menemukan dugaan penyalahgunaan jalur mutasi hingga praktik menumpang kartu keluarga (KK) dalam pelaksanaan Si