RETRIBUSI WISATA, Tarif Pantai Barat Opak Bantul Resmi Jadi Rp5.000
Tarif masuk pantai Bantul sisi barat turun jadi Rp5.000. Pemkab optimistis kunjungan naik dan PAD ikut terdongkrak.
Suasana tradisi upacara tetesan ya g diselenggarakan oleh warga Kampung Pakuncen RW 04, Kelurahan Pakuncen Kemantren Wirobrajan. Dok. Ist
JOGJA—Kampung Pakuncen RW 04, Kelurahan Pakuncen Kemantren Wirobrajan, Kota Jogja, secara mandiri masih berupaya melestarikan tradisi upacara tetesan di wilayahnya sebagai bagian dari pelestarian budaya. Tradisi ini merupakan upacara yang menjadikan anak yang sempurna dalam pertumbuhan menjelang usia dewasa.
Mantri Pamong Praja Kemantren Wirobrajan Sarwanto mengatakan, para warga sangat antusias dalam melaksanakan upacara ini. Dirinya mengapresiasi semangat warga dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan agar terus dikenal oleh masyarakat luas dan generasi muda masa kini.
"Saya sangat senang sekali bisa mengikuti upacara tetesan dari prosesi awal hingga akhir. Semoga masih banyak masyarakat yang melestarikan budaya salah satunya lewat adat tetesan," ujarnya.
Salah satu Pelaku Budaya Tri mengungkapkan, upacara ini diperuntukan bagi anak perempuan yang telah berusia minimal delapan tahun atau sewindu. Upacara ini disebut sebagai tanda bahwa seorang anak perempuan akan memasuki kedewasaan.
Baca juga: Jogja Darurat STB! Toko Kehabisan Stok, Pemda DIY Telusuri Dugaan Penimbunan
“Tetesan itu sunatan untuk anak perempuan namun seiring perkembangan jaman upacara tetesan hanya dibersihkan saja sedangkan taraban upacara adat yang diadakan disaat menstruasi pertama kali," ujarnya.
Dalam tetesan ini ada sesajian sebagai harapan dari keluarga yang di dalamnya terdapat buah-buahan serta tumpeng sebagai simbol kebahagiaan sang anak beranjak dewasa.
Untuk prosesnya, anak perempuan dibersihkan dengan melalui 'siraman' dengan air yang diberikan bunga agar terpancar cahaya serta harum semerbak. "Prosesi adat ini agar anak perempuan terpancar auranya dengan berbagai harapan yang ada dalam sesaji yang sudah disediakan," jelasnya.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tarif masuk pantai Bantul sisi barat turun jadi Rp5.000. Pemkab optimistis kunjungan naik dan PAD ikut terdongkrak.
Kecelakaan di Gedong Kuning Bantul tewaskan satu pengendara. Diduga akibat melawan arus, satu korban lainnya luka serius.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 4 Juli 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel.
Polisi tangkap satu terduga pelaku penyerangan anggota di Katingan. Pelaku lain masih diburu aparat gabungan.
PSIM Jogja resmi melepas Anton Fase jelang Super League 2026/2027. Cedera jadi faktor utama minimnya kontribusi pemain asal Belanda itu.
Menko PMK Pratikno minta dukungan DIY untuk Gerakan RANA. Fokus pada ruang aman anak, pendidikan inklusif, dan kesehatan mental.