KPK Ungkap Alasan Nusron Wahid Dua Kali Absen Pemeriksaan, Kunker ke Malaysia
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
Petugas DLH Kota Jogja mulai mengangkut sampah ke truk pada Rabu (22/12/2020). /Harian Jogja- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah Kota Jogja akan menerjunkan petugas dari unsur perlindungan masyarakat (linmas) untuk menjaga depo sampah di kota tersebut guna mencegah warga membuang sampah anorganik.
"Kegiatan ini dimulai tahun depan dan menjadi menjadi bagian dari upaya nol sampah anorganik pada tahun 2023," kata Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satuan Polisi Pamong Praja Kota Yogyakarta Suwarna di Jogja, Senin (5/12/2022).
Menurut dia, unsur linmas yang akan dilibatkan berasal dari wilayah setempat sesuai dengan lokasi depo sampah, total terdapat 13 depo sampah di Kota Jogja.
Linmas akan menjaga depo sampah usai jam kerja dari petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta. Penjagaan dengan sistem sif sehingga setiap depo sampah akan dijaga 24 jam dalam sehari.
"Akan ada dua sif dalam sehari dengan dua petugas linmas di setiap sif," katanya.
Ketentuan teknis mengenai waktu pelaksanaan hingga teknis penjagaan dan pengawasan yang nantinya menjadi tugas dan tanggung jawab linmas di depo sampah, menurut dia, masih dalam penyusunan.
BACA JUGA: Tolak Relokasi Makam yang Terkena Proyek Tol Jogja-YIA, Warga: Harga Mati!
"Kami pun masih menunggu surat edaran terkait dengan gerakan zero sampah anorganik ini," katanya.
Selain di depo sampah, Satpol PP Kota Yogyakarta juga akan mendukung program nol sampah anorganik pada tahun 2023 melalui Kampung Panca Tertib dengan menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta untuk sosialisasi.
"Masyarakat diimbau memilah sampah sejak dari rumah tangga. Sampah yang bisa dibuang di depo hanya sampah organik, sedangkan sampah anorganik dikelola melalui bank sampah atau kelompok sejenis lainnya," katanya.
Sebelumnya, sosialisasi dan penguatan kepada masyarakat untuk memilah sampah sejak dari rumah tangga terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.
Wakil Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta Joko Sularno mengatakan bahwa gerakan zero sampah anorganik tersebut perlu didukung dengan penguatan empat pilar, yaitu pengurus wilayah, pengelola bank sampah, penggerobak sampah, dan pelapak barang bekas sehingga hasilnya optimal.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengatakan bahwa gerakan zero sampah anorganik ditujukan agar usia teknis Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan bisa diperpanjang dari semula maksimal Maret 2023.
Sugeng Darmanto menegaskan bahwa depo sampah tidak lagi diperbolehkan menerima sampah anorganik karena sampah jenis itu harus bisa dikelola sejak dari rumah tangga melalui bank sampah atau pelapak barang bekas.
Setiap rumah tangga di Kota Yogyakarta, kata dia, akan diwajibkan memilah sampah organik, sampah anorganik, sampah spesifik, dan residu.
Dikatakan pula bahwa depo sampah akan dijaga 24 jam dengan masa percobaan 3 bulan untuk kemudian dievaluasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyebut Nusron Wahid absen dalam dua panggilan pemeriksaan karena agenda lain dan perjalanan dinas ke Malaysia.
Belanja jemaah haji Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun. Menhaj mendorong UMKM daerah memanfaatkan peluang ekonomi haji dan umrah.
Disnakertrans Bantul mengukur ulang pekerjaan padat karya di 124 lokasi untuk memastikan hasil sesuai desain sebelum pembayaran upah pekerja.
Kemenhub mencatat 5.179 kali water bombing karhutla sejak April 2026. Sebanyak 2.458 penerbangan domestik terdampak sejak 11 Agustus.
Dispusip Bantul mengakui fasilitas perpustakaan SD belum merata. Keterbatasan ruang dan anggaran turut menghambat layanan perpustakaan keliling.
Realisasi anggaran MBG mencapai Rp153,2 triliun hingga September 2026. Program ini menjangkau 57 juta penerima manfaat dengan target 72,4 juta pada 2027.