Advertisement

Tekan Kenaikan Harga Jelang Nataru, Ini yang Dilakukan Disdag Gunungkidul

Triyo Handoko
Jum'at, 09 Desember 2022 - 19:17 WIB
Arief Junianto
Tekan Kenaikan Harga Jelang Nataru, Ini yang Dilakukan Disdag Gunungkidul Operasi pasar yang dilakukan Disdag Gunungkidul untuk memastikan harga bahan pokok stabil di Loganedng, Kapanewon Playen. - Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Dinas Perdagangan (Disdag) Gunungkidul rutin melakukan operasi pasar agar harga bahan pokok menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak melonjak. Operasi pasar tersebut dimaksudkan untuk memberikan harga yang lebih murah bagi masyarakat.

Operasi pasar yang dilakukan DIsdag rutin dilakukan tiap minggunya ke berbagai titik di semua kapanewon yang ada di Gunungkidul. Awal Desember ini dilakukan operasi pasar di Kapanewon Patuk, Purwosari, dan Panggang, rencana selanjutnya digelar di Kapanewon Nglipar, Selasa (13/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Operasi pasar yang dilakukan Disdag Gunungkidul bekerja sama dengan Disdag DIY dan Bulog. Kerja sama dengan Disdag DIY dilakukan dengan memberikan subsidi transportasi distributor dimana terdapat potongan harga sekitar Rp2 ribu per kilogram bahan pokoknya.

BACA JUGA: Ribuan STB Bantuan Pemerintah di Gunungkidul Ditarik Vendor

Sementara, kerja sama dengan Bulog dilakukan dengan memberikan harga distributor pada pembeli dimana harganya lebih murah dari ecerannya.

Kepala Disdag Gunungkidul Kelik Yuniantoro menjelaskan  ada kecenderungan kenaikan harga pada bahan pangan di Gunungkidul. “Operasi pasar ini untuk menjamin harganya tidak begitu melonjak dan kenaikannya normal di bawah 10%,” katanya, Jumat (9/12/2022).

Kelik menyebutkan telur dan daging jadi komoditas yang paling rentan mengalami lonjakan harga. “Beberapa waktu terakhir memang ada kecenderungan tersebut, tapi dapat kami pastikan harganya masih normal dan ketersediaannya mencukupi,” jelasnya.

Operasi pasar yang dilakukan DIsdag, jelas Kleik, juga untuk menjaga inflasi agar lebih terkendali. “Program operasi pasar akan terus kami jalankan, kami muter ke semua kapanewon dan tidak terpusat. Bahkan jika ada acara yang sifatnya massal, mungkin hiburan atau olahraga kami juga akan hadir memeriahkan untuk operasi pasar juga,” ujarnya, Jumat siang.

Kepala Seksi DIstribusi Disdag Gunungkidul Retno Utami menjelaskan setiap operasi pasar yang bekerjasama dengan Bulog disediakan 1,5 ton bahan pangan. “

Untuk pembelian memang tidak kami batasi jumlah minimalnya, tapi untuk minyak kalau antusias masyarakat tinggi kami batasi per orang maksimal lima liter,” jelasnya, Jumat sore.

Retno menyebut operasi pasar ini dilakukan tiap menjelang hari-hari besar. “Pada hari besar misalnya nataru atau idul fitri kan memang konsumsi masyarakat tinggi, sehingga permintaan akan bahan pokok melonjak jadi kami sediakan ini agar harga terjaga kestabilannya,” katanya.

Momen nataru, lanjut Retno, harga dan ketersediaan bahan pokok stabil. “Untuk masyarakat dimohon tenang karena harga dan ketersedian barang aman, jangan panic buying karena biasanya itu yang bikin kondisi tidak tentu,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Duh, Konsumsi Pemerintah Jadi Ganjalan Pertumbuhan Ekonomi di 2022

News
| Senin, 06 Februari 2023, 16:07 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement