DPRD Bantul Minta Pemkab Pastikan Dana Pengangkatan Guru P3K Penuh Waktu
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Kampus UGM/Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada DIY mengusulkan adanya pembangunan patung Sang Maha Patih Gadjah Mada di kampus setempat untuk menjadi ikon penanda yang mudah diingat dan dibanggakan bagi civitas akademika dan alumni universitas tersebut.
Sejumlah kampus besar di Indonesia diketahui telah punya ikon patung masing-masing sesuai dengan nama kampus yang dipilih, seperti Universitas Diponegoro dengan patung Pangeran Diponegoro atau Universitas Jenderal Soedirman dengan patung Panglima Besar Sudirman.
"Kalau masuk lewat bunderan UGM, pengunjung hanya akan melewati tulisan kampus dan bangunan seperti pilar-pilar, kayak kurang sreg. Dan memang belum ada tanda fisiknya yang membanggakan," kata Perwakilan Pengurus Daerah Keluarga Alumni Gadjah Mada DIY Siswanto, Rabu (21/22/2022). Usulan ini juga disampaikan pada Rapat Kerja Nasional Kagama yang diselenggarakan beberapa waktu lalu.
Menurutnya, UGM sebagai salah satu kampus besar dan punya sejarah panjang di kancah Nasional pun Internasional mestinya punya ikon yang kuat sebagai penanda. Hal ini penting mengingat simbol atau ikon merupakan suatu hal yang paling diingat oleh orang banyak. Apalagi ikon merupakan salah satu bentuk pengejawantahan nilai-nilai yang diusung melalui bentuk visual. Sang Maha Patih Gadjah Mada yang dianggap sebagai tokoh pemersatu Nusantara dianggapnya paling cocok dalam mewakili konsep universitas kerakyatan yang diusung UGM.
Baca juga: Hakim MA Terjerat Kasus Suap Lagi, Begini Respons KPK
"Hanya yang jadi tantangan tentu soal wajah Patih Gadjah Mada yang sampai saat ini masih menjadi polemik, karena tidak ada yang tahu wajah beliau. Tapi tentu bisa dilakukan riset dan pembahasan yang komprehensif terhadap hal ini," ujarnya.
Patung yang masih dalam cetak biru itu nantinya dibangun dengan menggunakan perunggu. Ukurannya yakni dengan tinggi lebih dari tiga meter dan fondasi selebar satu meter. Hal ini dimaksudkan agar serasi dengan lingkungan yang ada. Adapun penempatannya nanti akan diusulkan di belakang tulisan Universitas Gadjah Mada yang ada di pintu gerbang masuk ke Kampus UGM.
Di sisi lain, adanya patung atau tetenger yang nantinya akan menjadi simbol dari kampus UGM tentunya bakal membawa semangat baru dalam kehidupan kampus untuk menjaga dan merawat nilai kebangsaan dan persatuan. Sebab rancangan patung yang dibangun nantinya mengusung konsep sosok Sang Maha Patih Gadjah Mada yang sedang mengucapkan Sumpah Palapa, sebuah dokumen sejarah yang menyatakan komitmennya dalam mempersatukan nusantara.
"Supaya semua orang tahu kuliah di UGM bukan sekadar menimba ilmu saja tetapi harus memahami arti dari persatuan dan kesatuan dalam menjaga NKRI yang berdasarkan Pancasila," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Ribuan warga mengikuti senam bersama di Alun-Alun Selatan Yogyakarta, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Festival Mustika Rasa 2026
Disertasi Abdul Kadir Bubu di FH UII menyoroti ketimpangan relasi rakyat dan DPR serta menawarkan rekonstruksi kedaulatan rakyat.
Telat ganti oli mobil bisa memicu kerusakan mesin, performa turun, overheating, BBM boros, hingga biaya perbaikan membengkak
Menkomdigi Meutya Hafid menerbitkan SE Nomor 4/2026. Operator seluler wajib melindungi sisa kuota dan memberi pilihan layanan kepada pelanggan
Banjir bandang Nepal menewaskan 616 orang, 2.301 terluka dan 2.500 masih hilang. Tim penyelamat terus mencari korban di perbatasan China