RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran, Bambanglipuro, Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL — Dewan Paroki Gereja Hati Kudus Tuhas Yesus (HKTY) Ganjuran, di Kalurahan Sumbermulyo, Kapanewon Bambanglipuro, Bantul, memastikan misa Natal di gereja tersebut akan diikuti ribuan orang jemaat. Misa Natal pun akan digelar sebanyak lima kali selama dua hari, yakni Sabtu (24/12/2022) dan Minggu (25/12/2022).
Ketua Dewan Paroki Gereja HKTY Ganjuran, Ari Setiawan mengatakan pelaksanaan misa Natal pada Sabtu (24/12/2022) dimulai pukul 16.00 WIB dengan menggunakan bahasa Jawa dan dipimpin oleh Romo Raymunud Sugiharto. “Pada misa perdana Natal ini juga akan dimeriahkan dengan sendratari kelahiran Yesus,” katanya, saat dihubungi Jumat (23/12/2022).
Sementara misa Natal kedua, yakni pada pukul 20.30 WIB dengan menggunakan bahasa Indonesia dan dipimpin oleh Romo Andres Setyo Budi Sambodo. Keesokan harinya atau Minggu (25/12/2022) misa Natal digelar tiga kali yang dimulai pada puku 07.00 WIB dengan menggunakan bahasa Jawa dan dipimpin oleh Romo Raymundus Sugiharto.
“Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB akan berlangsung misa Natal untuk anak-anak yang akan dipimpin oleh Romo Andreas Setyo Budi Sambodo dengan menggunakan bahasa Indonesia. Sementara misa Natal yang terakhir akan digelar pada pukul 17.00 WIB dengan menggunakan bahasa Indonesia dan dipimpin oleh Romo Andreas Setyo Budi Sambodo,” paparnya.
BACA JUGA: Perempuan di Bantul Pura-Pura Menemukan Bayi Telantar, Padahal Anaknya Sendiri
Lebih lanjut Ari mengatakan pada misa Natal kali ini tidak ada pembatasan jemaat seperti Natal tahun lalu. Umat dari luar Paroki Gereja HKTY Ganjuran dibolehkan mengikuti misa Natal anpa harus mendaftar terlebih dahulu. Namun demikian ia meminta jemaat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.
Terkait dengan pengamanan, Ari menyebut dari informasi yang ia peroleh pada 24 Desember pagi atau sebelum misa Natal nanti akan ada sterilisasi gereja dari pihak kepolisian. Meski demikian pengamanan juga akan melibatkan internal gereja, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan, dan organisasi kemasyarakatan.
Ari mengimbau jemaat untuk tidak membawa tas punggung demi keamanan dan kenyamanan selama berlangsungnya misa Natal. “Umat kita imbau untuk tidak perlu membawa tas punggung atau lainnya. Serta untuk parkir kendaraan mematuhi anjuran dari petugas yang ada,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.