Bank BPD DIY Kembali Gelar Malioboro Run 2026, Angkat Konsep Culture on Track
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Ilustrasi ibu hamil
Harianjogja.com, BANTUL — Dinas Pemberdayaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Bantul mencatat angka pernikahan dini yang diberikan dispensasi oleh Pengadilan Agama (PA) di Bantul tahun ini dari Januari-November sebanyak 178 kasus.
Dari jumlah remaja tersebut yang hamil atau yang sudah menjadi ibu mencapai 89 kasus. DP3AP2KB Bantul terus beupaya untuk menekan pernikahan dini dengan melakukan pendampingan.
Kepala DP3AP2KB Bantul, Ninik Istitarini mengatakan kehamilan muda dapat beresiko lantaran dapat meningkatkan resiko bayi lahir stunting hingga kematian ibu yang mengandung bayi.
Itulah sebabnya, pihaknya terus berupaya melakukan pendampingan mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan bayi di bawah dua tahun. “Dengan mengunjungi langsung untuk melihat kondisi yang terkait dengan resiko stunting,” katanya, saat dihubungi Minggu (25/12/2022).
BACA JUGA: Toko Oleh-Oleh Tambah Stok Produk saat Liburan, Ini yang Perlu Dicermati Sebelum Membeli
Selain dari DP3AP2KB, dalam penanggulangan pernikahan dini juga melibatkan banyak pihak, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), lurah dan panewu di setiap wilayah. Sebab pernikahan dini maupun bayi stunting merupakan persoalan bersama.
Bahkan Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, kata Ninik, memiliki perhatian besar dalam mengatasi stunting ini dengan mengalokasikan anggaran tiap perdukuhan Rp50 juta, yang salah satunya untuk penanganan stunting.
Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi, Dinas Kesehatan Bantul, Siti Marlina mengatakan sudah membahas bersama terkait angka pernikahan dini dan remaja yang hamil. Ia mengatakan usia remaja yang hamil tersebut rata-rata usianya antara 10-18 tahun.
Menurut Marlina, kehamilan pada usia remaja biasanya merupakan kehamilan yang tidak diinginkan dan disebabkan oleh hubungan diluar nikah. Kehamilan pada usia remaja biasanya juga membuat kondisi bayi maupun ibu kurang optimal. “Sebab kehamilan tersebut sering tidak diperiksakan karena faktor sosial,” katanya.
Lebih lanjut Marlina mengatakan banyaknya temuan kasus kehamilan pada usia remaja tersebut harus menjadi perhatian berbagai pihak. Sebab dengan usia ibu hamil yang masih sangat muda dapat meningkatkan resiko bayi lahir kerdil atau stunting. Selain itu, kehamilan pada usia remaja juga beresiko meningkatkan kematian ibu bayi.
“Dengan kehamilan di usia remaja memang membuat potensi anak lahir stunting tinggi dan kematian ibu. Gizinya [ibu hamil] biasanya kurang karena anemia dan malu kontrol rutin karena tidak ada dukungan dari keluarga,” paparnya.
Dikatakan Marlina, selain DP3AP2KB Bantul, Dinas Kesehatan juga sudah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi angka pernikahan dini mulai dari pendidikan kesehatan reproduksi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), kesehatan secara umum dari taman kanak-kanak (TK), SMP, dan SMA dengan bekerja sama Disdikpora.
“Terus kemudian di posyandu ada edukasi remaja juga tentang edukasi kesehatan reproduksi, kesehatan remaja. Di Bantul ada program sepekan sekolah peduli kasus anemia, mencegah anemia pada remaja, ini juga bagian dari meningkatkan kesehatan pada remaja,” ujarnya.
Selain Dinas Kesehatan, dari DP3AP2KB juga punya program bina keluarga remaja, kerjasama di tingkatan kelurahan dengan puskesmas. Kemudian ada duta remaja. Lalu ada pelayanan di puskesmas dengan puskesmas ramah terhadap remaja, dengan konseling psikolog. “Semuanya harus bergerak, terutama dari orang tua, masyarakat, dan pemerintah ada role model yaang baik,” tandas Marlina.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY kembali menggelar Malioboro Run 2026 bertema Culture on Track dengan lebih dari 8.000 peserta dan rute yang melewati sejumlah ikon budaya Jogja
Emil Audero tampil impresif saat Rayo Vallecano imbang 1-1 melawan Getafe di LaLiga. Kiper Timnas Indonesia itu beberapa kali menyelamatkan gawang.
Simak jadwal dan lokasi pelayanan SIM Keliling Ditlantas Polda DIY hari ini, Selasa 20 Oktober 2026 di Kantor Kalurahan Condongcatur lengkap persyaratannya.
Simak jadwal dan lokasi pelayanan SIM Polresta Jogja hari ini, Selasa 20 Oktober 2026 di Alkid, MPP Balai Kota, dan Satpas utama.
Simak lokasi dan jadwal pelayanan SIM Keliling Polres Bantul hari ini, Selasa 20 Oktober 2026 di Kantor Pemda Manding lengkap dengan persyaratannya.
Simak jadwal lengkap pembuatan dan perpanjangan SIM di Kulon Progo hari ini, Selasa 20 Oktober 2026, termasuk layanan SIM Keliling di Masjid Temon.