Advertisement

Warga Jogja yang Rumahnya Kemalingan, Ternyata Jaksa KPK Kasus Haryadi Suyuti

Setyo Aji Harjanto
Senin, 26 Desember 2022 - 16:27 WIB
Arief Junianto
Warga Jogja yang Rumahnya Kemalingan, Ternyata Jaksa KPK Kasus Haryadi Suyuti Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri. - Istimewa/dok Humas KPK

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA — Rumah milik jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial FAN dibobol maling. Rumah milik jaksa FAN itu berlokasi di wilayah Wirobrajan, Jogja. Sejumlah berkas dan laptop miliknya digondol maling.

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kabag Pemberitaan KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi awak media. "Informasi yang kami peroleh benar," kata Ali, Senin (26/12/2022).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Ali berharap polisi segera menangkap pelaku tindak pidana pencurian tersebut. "Kami tentu berharap pelaku segera ditangkap," kata Ali. "Kami meyakini pihak kepolisian setempat akan membantu pencarian pelakunya," kata Ali.

Jaksa yang rumahnya kemalingan saat ini menangani perkara dugaan suap eks Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti dan kasus eks petinggi PT Summarecon Agung Tbk (SMRA). Kedua perkara itu terkait dengan suap perizinan pembangunan Apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta.

"Iya, yang bersangkutan sebagai Kasatgas Penuntutan yang sedang menyidangkan beberapa perkara KPK. Salah satunya benar di PN Tipikor Yogyakarta," kata Kabag KPK Ali Fikri, Senin (26/12/2022).

BACA JUGA: Maling Bobol Rumah di Wirobrajan, Laptop dan Berkas Kerja Raib

Menurut Ali, pihak kepolisian masih mengumpulkan bahan keterangan terkait peristiwa pencurian dimaksud. "Harapannya tentu dapat segera di ketahui dan ditemukan pelakunya," katanya.

Adapun, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tipikor Yogyakarta memvonis VP Real Estate PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) Oon Nushihono.

Oon terbukti menyuap eks Wali Kota Jogja, Haryadi Suyuti untuk memuluskan perizinan pembangunan Apartemen Royal Kedhaton Yogyakarta. "Pidana badan tiga tahun," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Oon juga dihukum pidana denda senilai Rp200 juta subsidair empat bulan kurungan.

Halim menilai Oon terbukti melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Meriah! Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement