Advertisement

Butuh Rp50 Miliar, Pembangunan TPST Pesisir di Gunungkidul Minta Bantuan Pusat

David Kurniawan
Kamis, 29 Desember 2022 - 07:17 WIB
Sunartono
Butuh Rp50 Miliar, Pembangunan TPST Pesisir di Gunungkidul Minta Bantuan Pusat Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020). Setelah ditutup warga beberapa hari terakhir, kini TPST Piyungan dibuka kembali. - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul masih berupaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Banjarejo di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, hingga sekarang pembangunan fasilitas ini belum terealisasikan.

Untuk diketahui wacana pembangunan TPST pesisir sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Hal ini ditandai dengan pembebasan lahan seluas lima hektare guna kepentingan pembangunan.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Jogja Siapkan TPST Nitikan 2 untuk Tampung Sampah

Sub Koordinasi Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani mengatakan, masih berupaya meminta bantuan ke Pemerintah Pusat untuk membangun TPST pesisir. Berbagai cara telah ditempuh guna mewujudkan rencana ini, tapi hingga sekarang belum direalisasikan.

Dia mencontohkan, untuk persiapan pembangunan tidak hanya membebaskan lahan, tapi juga sudah membuat akses keluar masuk TPST. Pembangunan jalan ini dilaksanakan pada tahun anggaran 2021.

Selain itu, penyusunan masterplan serta detail engineering design (DED) TPST juga telah diselesaikan. “Kami berharap dengan dibangunnya akses ke lokasi, maka pembangunan TPST bisa segera dilaksanakan, tapi ternyata belum bisa terealisasi,” kata Wiwik, sapaan akrabnya saat dihubungi, Rabu (28/12/2022).

Dia menjelaskan, salah satu penyebab belum terealisasinya pembangunan karena masih kalah prioritas. Seharusnya, program pembangunan bisa dilaksankaan di 2022, tapi dikarenakan adanya permasalahan di TPST Piyungan yang dinilai lebih darurat, maka program difokuskan untuk penganangan sampah untuk wilayah Bantul, Sleman dan Kota Jogja.

BACA JUGA : Pembuangan Sampah ke TPST Piyungan Harus Dikurangi

“Prioritasnya memang masih difokuskan untuk TPST Piyungan, tapi kami berusaha agar program di Gunungkidul bisa segera direalisasikan,” katanya.

Disinggung mengenai upaya pembangunan melalui APBD kabupaten, Wiwik mengakui hal tersebut sulit terealisasi. Alasannya keuangan daerah masih sangat terbatas, sedangkan pembangunannya membutuhkan anggaran sekitar Rp40-50 miliar. “Makanya minta bantuan ke Pemerintah Pusat,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hary Sukmono mengatakan, masih berusaha untuk merealisasikan pembangunan TPST pesisir. Skema yang dilakukan dengan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat agar bisa dibangunkan. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan,” katanya.

Menurut Hary, keberadaan TPST pesisir sangat bermanfaat. Salah satunya untuk menampung sampah yang dihasilkan dari sektor wisata.

BACA JUGA : Jumat-Sabtu TPST Piyungan Tutup, Warga Sleman Diminta 

Selama ini, lanjut dia, sampah yang dihasilkan masih dibuang ke TPAS Wukirsari di Baleharjo, Wonosari. Adapun jarak dari kawasan pantai menuju TPAS lumayan jauh sehingga dinilai kurang efektif dan efisien.

“Makanya dibuat ide pembangunan TPST pesisir, tujuannya gar penanganan sampah khususnya di kawasan pesisir bisa dioptimalkan,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Pesawat Susi Air Dibakar di Papua, Pilot dan Penumpang Hilang

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 11:37 WIB

Advertisement

alt

Ikuti Post-tour ATF, Banyak Peserta Terkesan dengan Objek Wisata DIY

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 10:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement