Advertisement

BNNP DIY Bakal Bentuk Satuan Kerja Baru di Kulonprogo

Yosef Leon
Jum'at, 30 Desember 2022 - 14:07 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
BNNP DIY Bakal Bentuk Satuan Kerja Baru di Kulonprogo Suasana jumpa pers akhir tahun oleh BNNP DIY, Jumat (30/12 - 2022) (email)

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DIY berencana untuk membentuk satuan kerja tingkat kabupaten di wilayah Kulonprogo untuk meningkatkan pengawasan penyalahgunaan narkotika yang masuk lewat jalur udara melalui Bandara YIA. Dengan melandainya kasus Covid-19 dan dibukanya sejumlah penerbangan internasional disinyalir berpotensi terhadap meningkatnya aktivitas penyalahgunaan narkotika di wilayah setempat. 

"Kita juga prihatin bahwa di Kulonprogo itu belum ada BNNK dan kami belum lama ini sudah koordinasi dengan PJ Bupati dan Kesbangpol di sana untuk mendorong segera dibentuk BNNK Kulonprogo," kata Kepala BNNP DIY Susanto, Jumat (30/12/2022). 

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Susanto menyebut berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Imigrasi, sekarang telah ada beberapa penerbangan internasional yang beroperasi di Bandara YIA dengan rute asal Malaysia, Singapura dan penjajakan dengan Thailand dan satu negara dari timur tengah. Rencana pembukaan jalur baru itu mesti pula dibarengi dengan pengawasan yang ketat terkait dengan kerawanan penyalahgunaan narkotika. 

"Tentu kita juga harus antisipasi kerawanan adanya penyelundupan lewat jalur udara. Kemarin dari Kesbangpol Kulonprogo juga telah studi banding ke Bantul dan tahun depan kita juga akan menghadap BNN RI untuk memprioritaskan pendirian BNNK di Kulonprogo," katanya.

Baca juga: Cegah Kemacetan, Alun-Alun Selatan Jogja Ditutup Jelang Malam Pergantian Tahun

Hanya saja pada pandemi Covid-19 lalu pemerintah pusat memang membatasi adanya pembentukan satuan kerja baru. Seandainya pun belum terbentuk dalam waktu dekat pihaknya berharap bahwa pemerintah kabupaten setempat tetap melakukan kerja-kerja pengawasan berkaitan dengan potensi penyalahgunaan narkotika. 

"Kita berharap seandainya secara kelembagaan dan nomenklatur itu belum dibentuk tapi setidaknya unsur pelaksana BNNK itu sudah bisa dijalankan disana," ucapnya. 

Di sisi lain angka pravelensi atau jumlah warga yang terpapar narkotika di wilayah setempat diklaimnya naik meski secara nasional wilayah DIY kini menduduki peringkat enam turun satu tingkat dari peringkat 5 untuk penyalahgunaan narkotika. Pada 2021 lalu sebanyak 28 wilayah di area setempat masuk ke dalam kategori waspada narkotika. 

Koordinator Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP DIY Bambang Wiryanto menyebut, upaya menekan angka pravelensi telah dilakukan dengan program desa bersinar, ketahanan keluarga anti narkoba, ketahanan diri remaja anti narkoba serta berbagai penyuluhan kepada sejumlah elemen masyarakat. 

"Salah satu dari 28 area yang dinyatakan rawan dengan status waspada itu yakni Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo. Kita sudah melakukan pengembangan kapasitas dengan bimbingan serta pelatihan dan bantuan peralatan agar masyarakat bisa memulai usaha secara mandiri," ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Daftar Lengkap Harga BBM di Pertamina, Shell, Vivo, dan BP AKR

News
| Senin, 06 Februari 2023, 12:17 WIB

Advertisement

alt

Kunjungan Malioboro Meningkat, Oleh-oleh Bakpia Kukus Kebanjiran Pembeli

Wisata
| Senin, 06 Februari 2023, 10:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement