Advertisement

Tempat Usaha Mendominasi Kasus Kebakaran di Jogja Sepanjang 2022

Triyo Handoko
Selasa, 03 Januari 2023 - 18:07 WIB
Arief Junianto
Tempat Usaha Mendominasi Kasus Kebakaran di Jogja Sepanjang 2022 Petugas Damkarmat Jogja memadamkan kebakaran rumah yang terjadi di Jl. Am Sangaji, Senin (2/1 - 2022). Istimewa

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Berdasarkan data Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jogja, ada 56 kasus kebakaran yang terjadi di wilayahnya sepanjang 2022.

Kejadian kebakaran paling banyak terjadi di tempat usaha sebanyak 31 kasus, total pemadaman Damkarmat Jogja berhasil menyelamatkan kerugian materil senilai Rp3,7 miliar.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Kasus kebakaran paling banyak kedua terjadi di perumahan sebanyak 18 kejadian, lalu diikuti kasus kebakaran pada kendaraan sebanyak enam kejadian, dan satu kebakaran di lahan kosong.

Catatan Damkarmat Jogja menyebut ada peningkatan kasus kebakaran pada 2022 jika dibanding 2021 yang hanya terjadi 50 kasus.

Korban dalam kejadian kebakaran di Jogja tak ada yang sampai menelan nyawa. Namun, tercatat empat orang mengalami luka bakar karena kebakaran pada 2022.

BACA JUGA: Tips Waspadai Bahaya Listrik saat Banjir

Kepala Dmakarmat Jogja Octo Noor Arafat menjelaskan kebanyakan kebakaran terjadi karena korsleting listrik . “Paling banyak karena korsleting, dan penyebab utama korsleting setelah kami telusuri karena banyak masyarakat tak menggunakan instalasi listrik yang sesuai standar,” jelasnya, Selasa (3/1/2022).

Octo menyebut kebakaran dengan penyebab korsleting sebanyak 27 kasus atau sekitar 48% dari total kasus. Penyebab lain, jelas Octo, sedangkan disebabkan oleh kebocoran gas terjadi sebanyak 11 kejadian atau 20% total kasus kebakaran kebakaran. “Penyebab lainnya karena human error dan faktor yang belum diketahui penyebabnya,” katanya.

Ada dua penyebab, kata dia, yaitu korsleting dan kebocoran gas, menurut Octo, dapat lebih diantisipasi dengan baik jika masyarakat punya kesadaran akan antisipasi kebakaran.

“Sebenarnya terlihat kalau instalasi listrik itu mudah korslet dan bisa menyebabkan kebakaran, dilihatnya dari kabel yang digunakan sampai teknis lain yang sebenarnya bisa diperbaiki,” uarnya.

Octo menilai kejadian kebakaran di Jogja umumnya berskala kecil. “Diliahat dari laporan-laporan kejadian kebakaran, kalau di jogja rata-rata satu ruangan saja yang terbakar, karena kami langsung bergerak mengantisipasi menyebarnya kebakaran,” jelasnya.

Meskipun skalanya kecil, lanjut Octo, lebih baik diantisipasi karena caranya juga mudah. “Kami imbau untuk menggunakan instalasi listrik yang standar dan selalu memeriksa gas kalau ditinggal bepergian lebih baik instalasi kompor gas dicabut saja, itu akan lebih mengantisipasi kejadian kebakaran,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Simak! Cara Daftar KIP Kuliah 2023

News
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement