Advertisement

Siswa SMP 3 Berbah Ketahuan Pesta Miras di Sekolah, Disdik Sleman Panggil Kepala Sekolah

Anisatul Umah
Selasa, 10 Januari 2023 - 17:17 WIB
Arief Junianto
Siswa SMP 3 Berbah Ketahuan Pesta Miras di Sekolah, Disdik Sleman Panggil Kepala Sekolah Ilustrasi Miras (JIBI)

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN — Buntut dari belasan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 3 Berbah yang kedapatan menenggak minuman keras (Miras) pada akhir Desember 2022, Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman memanggil kepala sekolah tersebut.

Pada Selasa (10/1/2023), Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Sri Adi Marsanto mengatakan, "Ibu kepala sekolah sudah diundang ke dinas beberapa hari yang lalu."

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Disdik menyayangkan kejadian ini dan berharap agar tidak terulang kembali. "Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Semoga kedepan tidak ada lagi kejadian seperti itu," kata Sri Adi.

Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga menyampaikan hal senada. Dia menyayangkan kejadian ini. Lingkungan sekolah harusnya ketat dengan pengawasan. "Tempat yang seharusnya bebas dari rokok, narkoba dan bahkan miras," kata Kustini.

BACA JUGA: Ketahuan Tenggak Miras di Sekolah, Belasan Siswa SMPN 3 Berbah Dimasukkan ke Ponpes

Menurutnya ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Atas kejadian ini dia meminta agar segera dilakukan evaluasi dan tindak lanjut. "Saya harap ada evaluasi besar. Tidak hanya untuk SMPN 3 Berbah, tetapi semua sekolah tolong lebih ditingkatkan lagi sistem pengawasan," ucap dia.

Sebelumnya, Kepala SMP 3 Berbah Elly Yuswarini mengungkapkan, kejadian itu berawal saat ada penyusup dari SMP lain yang sengaja datang ke SMP 3 Berbah. Gerbang belakang sekolah saat itu sedang dilakukan renovasi dan dalam keadaan terbuka. Kemudian tiga orang dari SMP lain masuk.

Tukang yang sedang melakukan renovasi tidak bisa membedakan mana siswa SMP 3 Berbah dan bukan karena sama-sama menggunakan seragam. Di saat bersamaan, sekolah sedang ada event selepas Penilaian Akhir Sekolah (PAS), sehingga terkonsentrasi pada kegiatan di depan.

"Petugas di belakang itu tidak konfirmasi kalau membuka gerbang belakang, penyusup lewat belakang. Tukang kan tidak tahu karena sama-sama pakai seragam," ucapnya.

Atas kejadian tersebut, sekolah langsung menindaklanjuti dengan memanggil orang tua untuk melakukan pendampingan bersama-sama. Sanksi yang diberikan yakni dengan memasukan siswa yang terlibat ke ponpes.

Siswa yang lain juga diberikan peringatan agar kejadian yang sama tidak berulang. Menurutnya kejadian ini merupakan efek negatif dari penggunaan gadget. Mempermudah siswa untuk melakukan hal-hal semacam ini.

"Kami monitor terus kami pondokkan [dimasukkan ke ponpes]. Pokoknya kami terjun semua dan kami berbondong-bondong. Orang tua juga kolaboratif, kami juga minta persetujuan orang tua. Bapak, ibu keberatan tidak? oh tidak, kami sangat senang. Kami mendukung," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Meriah! Archipelago Menggelar Kompetisi Mini Soccer

News
| Selasa, 07 Februari 2023, 17:27 WIB

Advertisement

alt

Mengenal Kampung Batik Giriloyo yang Sempat Terpuruk Karena Gempa 2006

Wisata
| Selasa, 07 Februari 2023, 13:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement