Advertisement

Kekurangan Guru, SMK di DIY Keluarkan Ratusan Juta Rupiah untuk Bayar GTT

Triyo Handoko
Rabu, 11 Januari 2023 - 19:17 WIB
Arief Junianto
Kekurangan Guru, SMK di DIY Keluarkan Ratusan Juta Rupiah untuk Bayar GTT Ilustrasi. - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA — Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIY menyebut guru SMK paling banyak kekurangan dibanding SMA dan SLB. Total ada kekurangan 316 guru SMK, dibanding guru SMA yang hanya kurang 183 orang dan SLB yang kekurangan 48 orang.

Jumlah kumulatif kekurangan guru di DIY untuk SMA/SMK dan SLB sebanyak 547 orang. Sebagian SMK di DIY mengeluarkan ratusan juta per tahun untuk membayar guru tidak tetap (GTT).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Data BKD DIY tersebut hasil dari formasi jabatan yang diajukan sekolah ke BKD DIY. Semua kekurangan tersebut akan dipenuhi tahun ini dengan model Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Kepala BKD DIY Amin Purwani menjelaskan kekurangan tersebut belum termasuk jumlah guru yang pensiun. “Untuk rincian per kabupaten/kotanya tidak kami lakukan, karena basisnya sekolah yang dikelola Pemda DIY,” katanya, Rabu (11/1/2022).

BACA JUGA: Duh, DIY Kekurangan Ratusan Guru SMA/SMK dan SLB

Amin menyebut akan turut mengakomodasi guru honorer yang masih bertugas di sekolah agar bisa beralih status ke PPPK. “Tentu akan kami akomodasi, karena guru honorer juga sudah dilarang. Nanti semuanya akan mengikuti seleksi yang diselenggarakan Kementerian PAN-RB,” jelasnya.

Sekolah yang kekurangan guru, jelas Amin, diharapkan bersabar karena BKD DIY terus mengusahakan agar semuanya terpenuhi. “Koordinasi dengan sekolah lewat Disdikpora dan Kementerian PAN-RB untuk mengatasi masalah ini terus kami lakukan,” ujarnya.

Kepala SMKN 2 Jogja, Dodot Yuliantoro menyebut sekolahnya kekurangan 70 guru. “Cara mengatasinya kami angkat GTT, ada sekitar 20 GTT,” katanya, Rabu sore.

Sisa kekurangan guru sebanyak 50 guru tersebut, jelas Dodot, dilakukan dengan pemaksimalan guru yang ada. “Ada GTT kami yang mengajar sampai 50 jam seminggu, artinya mengajar seminggu full dari pagi sampai selesai,” jelasnya.

Dodot menyebut idealnya jam mengajar guru dibawah 40 jam sesuai peraturan kementerian. “Tapi memang ada perbolehan diatas 40 jam dengan insentif tambahan,” ujarnya.

Pengeluaran sekolah untuk membayar GTT di SMK 2 Jogja, jelas Dodot, mencapai Rp900 jutaan pertahun. “Pembayaran GTT ini kebanyakan dilakukan lewat komite sekolah, karena kondisinya memang kekurangan guru lalu itu yang bisa sekolah lakukan dengan GTT,” katanya.

Sementara pengeluaran untuk pembayaran GTT di SMK 2 Depok, Sleman mencapai Rp720 jutaan per tahun. “Perbulan pengeluaran untuk guru honorer sekitar Rp60 jutaan, itu perbulan,” jelas Kepala SMKN 2 Depok, Agus Waluyo pada Selasa (10/1/2023).

Agus menyebut jumlah GTT di sekolahnya sekitar 20 orang. “Kami memang kekurangan guru juga, semester ini ada empat guru juga yang pensiun,” katanya.

Untuk mengurangi pengeluaran sekolah dalam membayar GTT, Agus berharap ada perubahan status dari GTT ke PPPK. “Kami harap GTT kami diberikan akomodasi agar bisa jadi PPPK sehingga yang membayarnya negara nanti,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

BUMN Siap Perkuat Industrialisasi Pangan

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 19:42 WIB

Advertisement

alt

Seru! Ini Detail Paket Wisata Pre-Tour & Post Tour yang Ditawarkan untuk Delegasi ATF 2023

Wisata
| Rabu, 01 Februari 2023, 14:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement