PSS Sleman Siap Hadapi Dewa United, Usung Misi Bangkit Usai 2 Kekalahan
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Ilustrasi gedung sekolah yang rusak/JIBI
Harianjogja.com, KULONPROGO — Upaya rehab sejumlah sekolah ditargetkan dapat bergulir pada triwulan II/2023.
Kepala Disdikpora Kulonprogo, Arif Prastowo menerangkan upaya perbaikan sejumlah sekolah bakal digulirkan segera. Saat ini proses lelang tengah dipersiapkan dinas.
"Kami berusaha secepatnya. Ini proses lelang juga sedang kami persiapkan. Ya kami berusaha secepatnya untuk rehab-rehab fisik sekolah, baik SMP maupun SD ini bisa dilakukan segera," kata dia, Senin (16/1/2023).
Perbaikan ini terhitung mendesak menurut Arif, lantaran kondisi kerusakan beberapa sekolah yang mengkhwatirkan bagi sekolah. "Karena ada beberapa di antaranya kan cukup mengkhawatirkan kondisinya," ujarnya.
Kebanyakan kerusakan yang bakal disasar dalam program rehabilitasi sekolah tahun 2023 ini merupakan sekolah yang mengalami kerusakan pada bagian atapnya yang membahayakan. Salah satu kerusakan sekolah yang dinilai Arif mengkhawatirkan yakni di SMP 1 Wates.
"SMP 1 Wates yang lantai dua itu juga mengkhawatirkan, makanya kami berusaha secepatnya untuk dilakukan pekerjaan fisiknya," lanjutnya.
BACA JUGA: Sekolah Terdampak Tol Jogja-YIA Akan Diregrouping
Paling dekat, upaya rehabilitasi sekolah-sekolah rusak ini baru bisa dilaksanakan pada triwulan II 2023. "Triwulan kedua, karena proses lelangnya kan juga satu bulan. Proses perencanaan, proses lelang, jadi kami targetkan di triwulan kedua sudah mulai," ujar dia.
Secara rinci sekolah yang mendapatkan alokasi APBD 2023 untuk rehabilitasi atap pada 2023 meliputi SD Negeri Kalisana, SD Negeri Sulur dan SD Negeri Hargowilis dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,3 miliar. Selain ketiga sekolah dasar , SMPN 1 Wates juga mendapat alokasi anggaran senilai Rp700 juta untuk merehabilitasi gedung sekolah yang dinilai membahayakan proses belajar mengajar.
"Sekolah-sekolah tersebut mendesak untuk kemudian dilakukan rehabilitasi di beberapa bagian bangunan. Karena juga usia bangunan itu sudah cukup tua, sehingga perlu untuk segera dilakukan rehabilitasi di bagian-bagian tertentu," kata dia.
Sementara itu, menurut keterangan Arif masih ada sekitar 15 sekolah dari jenjang SD dan SMP yang juga mendesak untuk direhabilitasi. Belasan sekolah tersebut megalami kerusakan di bagian-bagian tertentu yang butuh perbaikan untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Oleh karena itu, selain menggunakan APBD, Arif berusaha mengoptimalkan sejumlah skema penganggaran lainnya untuk perbaikan belasan sekolah tadi. Salah satunya bakal diupayakan yakni skema pengawasan dari DAK Pusat.
"Karena APBD juga terbatas, sehingga kebetulan yang DAK pusat itu melalui mekanisme ini. Penilaian kondisi bangunan yang ada sekarang untuk bisa kami ajukan DAK dari Pusat," tegasnya.
Sebelumnya Ketua Komisi IV DPRD Kulonprogo, Muhtarom Asrori menyampaikan upaya rehabilitasi sekolah rusak penting dilakukan untuk kenyamanan dan keamanan siswa. Pasalnya ia berpandangan jika bangunan menjadi prasarana dasar sebuah sekolah.
"Karena prasarana dasar sekolah, kenyamanan para siswa. Agar para siswa itu bisa belajar dengan nyaman tanpa rasa dihantui kekhawatiran bahwa nanti sekolah ini akan runtuh, akan roboh," kata dia.
Dengan gelontoran dana yang telah disepakati dalam rapat paripurna pembahasan APBD 2023, harapannya alokasi anggaran tersebut bisa digunakan untuk rehabilitasi sekolah sesuai semestinya.
"Diharapkan nanti dengan adanya anggaran rehab, itu ya betul-betul dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada dan standar kualifikasi yang telah ditentukan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman membidik poin saat menghadapi Dewa United yang belum terkalahkan di liga pada Minggu (20/9/2026) di Banten.
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional