Advertisement

Kesadaran PHBS Rendah, Dua Warga Piyungan Terjangkit DBD dalam 2 Pekan Terakhir

Hadid Husaini
Selasa, 17 Januari 2023 - 09:47 WIB
Sunartono
Kesadaran PHBS Rendah, Dua Warga Piyungan Terjangkit DBD dalam 2 Pekan Terakhir Ilustrasi - Pixabay

Advertisement

Harianjogja.com, PIYUNGAN – Kesadaran masyarakat terkait pola hidup bersih dan sehat (PHBS) masih rendah. Masyarakat masih perlu diedukasi dalam mengontrol kebersihan lingkungan terutama dalam atasi Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi ini memicu adanya kasus DBD seperti halnya di Kapanewon Piyungan, Bantul/ Terbukti  sudah ada dua warga Piyungan terpapar DBD di awal tahun 2023 atau dalam waktu dua pekan terakhir.

Hal tersebut diungkapkan oleh, Programmer Demam Berdarah Dengue (DBD) Puskesmas Piyungan Nur Cholifah. “Itu kami temui di pekan pertama dan pekan kedua di Bintan Kulon sama Jasem [Kalurahan Srimulyo],” kata Cholifah pada Senin (16/1/2023).

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Ngeri! Ada 150 Kasus DBD dan 2 Orang Meninggal di Jogja

Cholifah menyampaikan jentik-jentik banyak ditemukan di luar rumah. Sejumlah wadah di luar rumah yang terdapat cekungan yang didiamkan menurutnya menjadi sarang nyamuk Aedes Aegypti. Hal tersebut salah satunya juga diakibatkan oleh kelalaian masyarakat yang kurang mengontrol lingkungannya.

Pada beberapa rumah memang tidak ditemukan jentik di kamar mandinya, akan tetapi saat di luar rumah banyak ditemukan. Karena ada beberapa tempat yang berpotensi menjadi penampungan air dan menyebabkan banyak jentik.

Menurutnya, untuk yang di wilayah Bintaran Kulon tersebut merupakan rangkaian dari kasus sebelumnya. “Kalau yang di Bintaran Kulon itu masyarakatnya memang padat sehingga memudahkan persebaran DBD,” ujar Cholifah.

Dalam beberapa tahun terakhir, Piyungan mengalami fluktuasi kasus. Pada tahun 2020 (154 kasus), tahun 2021 (34 kasus), dan tahun 2022 (84 kasus).

BACA JUGA : Kasus DBD di Kota Jogja Melonjak Drastis, Ini Datanya

Beberapa program telah dilakukan Puskesmas Piyungan dalam menanggulangi Demam Berdarah seperti Satu Rumah Satu Jumantik (Juru Pemantau Jentik) dengan harapan masyarakat dapat mengecek kondisi kesehatan dan lingkunganya yang berpotensi DBD sehingga tidak bergantung lagi kepada kader puskesmas untuk melakukan cek kondisi DBD yang menjangkit.

Selain itu Puskesmas Piyungan juga tengah menjalankan Program Pemerintah Bantul bernama WoW Mantul. “Kami ada Program WoW Mantul, program yang digagas Pemerintah Bantul bekerja sama dengan World Mosquito Program yang setiap warga nanti dititipi ber nyamuk dalam radius 75 meter,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Per 1 Februari 2023

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement