Advertisement

Biaya Kuliah di Jogja Terlalu Tinggi? Ini Kata Perguruan Tinggi Negeri

Anisatul Umah
Selasa, 17 Januari 2023 - 19:17 WIB
Budi Cahyana
Biaya Kuliah di Jogja Terlalu Tinggi? Ini Kata Perguruan Tinggi Negeri Ilustrasi mahasiswa - Freepik

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Ribuan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY mengeluhkan uang kuliah yang mahal. Golongan uang kuliah tunggal (UKT) yang mereka dapatkan dianggap tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi.

Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Sahiron mengatakan semangat UKT adalah gotong royong. Kelompok UKT disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa

Menurutnya mahasiswa yang merasa keberatan dengan UKT bisa mengajukan berbagai beasiswa yang disediakan oleh universitas.

"Kalau mahasiswa miskin tentunya dapat mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) dan berbagai beasiswa yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," ucapnya.

BACA JUGA: Cerita Banyak Mahasiswa UNY Kesulitan Bayar Kuliah: Jual Motor Hingga Sapi dan Pindah Kampus

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Dia menjelaskan kuota untuk masuk ke UIN Sunan Kalijaga terdiri dari tiga jalur. Nasional rapor 20 persen, nasional tes 50 persen, dan mandiri 30 persen.

Sementara, UKT per golongan, kata Sahiron, tidak bisa dipastikan. Sebab, setiap semester ada mahasiswa yang mengajukan banding sehingga mengubah persentase masing-masing golongan.

"Data UKT selalu berubah karena setiap semester ada banding UKT," jelasnya.

Direktur Keuangan UGM Syaiful Ali mengatakan penggolongan UKT dilakukan secara adil dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi.

"Universitas masih membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan permohonan keringanan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan melalui SK Rektor."

Sementara, tentang jumlah mahasiswa UGM di masing-masing golongan, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo belum bisa memberikan data karena menunggu Surat Keputusan (SK) Rektor UGM.

"Masih menunggu SK Rektor [data mahasiswa per masing-masing golongan]," paparnya singkat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Simak! Cara Daftar KIP Kuliah 2023

News
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:07 WIB

Advertisement

alt

Traveloka Dorong Digitalisasi Pariwisata di DIY

Wisata
| Kamis, 02 Februari 2023, 23:47 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement