Sultan HB X Soroti Komunikasi Keluarga Jelang Harganas 2026
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Ilustrasi mahasiswa/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Ribuan mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) di DIY mengeluhkan uang kuliah yang mahal. Golongan uang kuliah tunggal (UKT) yang mereka dapatkan dianggap tidak sesuai dengan kemampuan ekonomi.
Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Kalijaga Sahiron mengatakan semangat UKT adalah gotong royong. Kelompok UKT disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa
Menurutnya mahasiswa yang merasa keberatan dengan UKT bisa mengajukan berbagai beasiswa yang disediakan oleh universitas.
"Kalau mahasiswa miskin tentunya dapat mengajukan beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-Kuliah) dan berbagai beasiswa yang ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta," ucapnya.
BACA JUGA: Cerita Banyak Mahasiswa UNY Kesulitan Bayar Kuliah: Jual Motor Hingga Sapi dan Pindah Kampus
Dia menjelaskan kuota untuk masuk ke UIN Sunan Kalijaga terdiri dari tiga jalur. Nasional rapor 20 persen, nasional tes 50 persen, dan mandiri 30 persen.
Sementara, UKT per golongan, kata Sahiron, tidak bisa dipastikan. Sebab, setiap semester ada mahasiswa yang mengajukan banding sehingga mengubah persentase masing-masing golongan.
"Data UKT selalu berubah karena setiap semester ada banding UKT," jelasnya.
Direktur Keuangan UGM Syaiful Ali mengatakan penggolongan UKT dilakukan secara adil dan disesuaikan dengan kemampuan ekonomi.
"Universitas masih membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan permohonan keringanan dengan kondisi tertentu yang ditetapkan melalui SK Rektor."
Sementara, tentang jumlah mahasiswa UGM di masing-masing golongan, Kepala Bagian Humas dan Protokol UGM Dina W Kariodimedjo belum bisa memberikan data karena menunggu Surat Keputusan (SK) Rektor UGM.
"Masih menunggu SK Rektor [data mahasiswa per masing-masing golongan]," paparnya singkat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harganas 2026 akan digelar di Yogyakarta dengan tema “Ayah Wajib Hadir”, menyoroti pentingnya peran ayah dalam keluarga.
Koperasi Desa Merah Putih di DIY mulai memetakan kebutuhan bahan baku MBG bersama SPPG untuk memperkuat pasokan pangan sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
5 operasi tak ditanggung BPJS Kesehatan 2026: kecelakaan, kosmetik, luar negeri, dan lainnya. Simak 19 operasi yang dijamin dan syarat klaimnya.
Dinas Pendidikan Gunungkidul mencatat ada 18 SMP swasta yang tidak mendapatkan murid dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027.
Protes kebijakan E20 di India meluas! Pengendara keluhkan mesin rusak dan BBM boros. Pemerintah sebut ini eksperimen, oposisi minta evaluasi.
Perpres Nomor 111 Tahun 2025 memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai bagian dari analisis ancaman nonmiliter dalam kebijakan pertahanan negara.