Krisis Air Bersih Mengancam, Gunungkidul Petakan Sumber Air Baru
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Tampilan jalur torch relay di Google Maps./Harian Jogja-Kusnul isti Qomah
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Menggunakan aplikasi penunjuk arah Google Maps memang sangat memudahkan. Akan tetapi, jangan sepenuhnya menggunakan aplikasi ini sebagai referensi 100% jika anda berada di jalur yang tidak mengetahui medan sama sekali.
Karena tidak sedikit para pengguna justru terjebak melewati jalan sempit atau bahkan hutan seperti yang dialami bernama Lailiana Puspita Rahmawati ,38, asal Jabon, Magelang, Jawa Tengah. Ia tersesat di tengah hutan di Dusun Pentung, Giriwungu, Panggang, Minggu (22/1/2023) sekitar pukul 03.40 WIB. Ia pun terpaksa meminta bantuan apparat kepolisian dan harus dievakuasi butuh waktu cukup lama. Perempuan ini hanya ditemani anaknya yang masih kecil.
BACA JUGA : Tips agar Tidak Tersesat Saat Gunakan Google Maps
Kejadian itu bermula saat ia datang ke Panggang untuk menghadiri kegiatan temu bisnis yang selesai hingga tengah malam. Dikarenakan ingin cepat sampai ke Jogja, keduanya langsung pergi seusai acara selesai. Berbekal aplikasi penunjuk arah Google Maps di gawai langsung mengikuti arahan yang ada.
“Dalam perjalanannya saat menggunakan Google Maps tidak berjalan lancar karena arah yang dituju semakin menjauh dari permukiman warga. Jalan dilalui awalnya cor blok lama-lama hanya jalan berupa tanah dan tanaman,” kata Kapolsek Panggang, AKP Anang Prastawa Minggu.
Kondisi ini membuat Lailiana kebingungan hingga akhirnya menelepon kontak center kepolisian 110. Informasi pengendara tersesat langsung diteruskan ke Polsek Panggang. Beruntungnya saat dinihari tersebut petugas degan sigap melakukan pencarian di titik lokasi Liliana yang berada di tengah hutan dan jauh dari permukiman. Butuh waktu sekitar 40 menit untuk menemukan lokasi keduanya tersesat.
BACA JUGA : Pulang dari Gunungkidul, Warga Magelang Tersesat Dini Hari
“Cuacanya sedang gerimis. Untuk lokasinya berada di tengah hutan dengan jarak dari jalan beraspal sekitar 1,2 kilometer,” ujarnya.
Evakuasi dilakukan dengan bantuan petugas untuk mengeluarkan mobil yang terjebak di tengah hutan. Petugas pun membantu menyetir dengan mundur pada jalan setapak dan butuh waktu nyaris sejam. Selain gelap gulita, kondisi jalan hanya cukup dilalui satu mobil saja. “Jadi harus berjalan mundur dengan disorot lampu patroli,” katanya.
Mantan Kasubag Humas Polres Gunungkidul ini menambahkan, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Sebelum meninggalkan Panggang, pemilik kendaraan yang tersesat sempat dimintai keteraangan terlebih dahulu di mapolsek.
“Kemungkinan menurut aplikasi penunjuk arah. Pengemudinya panik karena jalan yang dilalui tinggal jalan alami sehingga memutuskan menghubungi kontak center polisi,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati. Selain itu, apabila mengalami kesulitan atau butuh pertolongan bisa menghubungi polsek terdekat. “Kami tidak bisa mengatur keperluan setiap orang. Jadi, saya hanya mengingatkan kalau butuh bantuan bisa menghubungi kontak polisi, kami siap memberikan bantuan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul memetakan sumber air baru di daerah kekeringan sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang terdampak musim kemarau.
Film dokumenter Jalan Pulih terkurasi di Djourno Fest 2026. Karya ini mengangkat perjuangan perempuan dengan disabilitas psikososial dan makna pemulihan.
Dewan Pendidikan DIY menyoroti dugaan ketidaksetaraan fasilitas belajar siswa non muslim di SMA Negeri dan meminta seluruh sekolah memenuhi hak belajar setara.
Destry Damayanti ditunjuk sebagai Gubernur sementara BI. LHKPN mencatat total harta kekayaannya mencapai lebih dari Rp100,236 miliar.
Bareskrim Polri menangkap AKP Pardiman dan lima anggota Polres Tangsel terkait dugaan narkoba. Polri menegaskan tidak ada impunitas.
Rupiah ditutup melemah ke Rp18.009 per dolar AS setelah Perry Warjiyo mundur. Pasar menyoroti sentimen geopolitik dan risiko fiskal.