Advertisement

Jiffina 2023 Kembali Digelar, Buyer dari Negara Sengketa Perang Siap Hadir

Sunartono
Selasa, 24 Januari 2023 - 21:57 WIB
Sunartono
Jiffina 2023 Kembali Digelar, Buyer dari Negara Sengketa Perang Siap Hadir Launching Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2023 di JEC, Selasa (26/1/2023). - Harian Jogja/Abdul Hamied Razak.

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah event pameran Jogja International Furniture & Craft Fair Indonesia (Jiffina) 2023 bakal kembali digelar pada 11-14 Maret 2023 mendatang. Event bergengsi ini akan menghadirkan ribuan buyer termasuk dari sejumlah negara sengketa perang.

Mengangkat tema The Power of Eco Lifestyle For Global Market pameran ini bakal dihelat di Jogja Expo Center (JEC). Pada 2022 silam, Jiffina digelar pada Agustus dan berhasilamembukukan transaksi senilai 24 Juta Dolar AS dengan jumlah sedikitnya 2.000 buyer dari berbagai negara. Akan tetapi pada 2023 ini pelaksanaan digelar pada Maret karena kembali pada penyesuaian jadwal pameran internasional.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

BACA JUGA : Pameran Furniture dan Kerajinan Bertaraf Internasional

“Targetnya sekitar 5.000 pengunjung untuk tahun ini, dengan nilai transaksi harapannya di atas 2022 lalu. Tetapi ini butuh kerja keras karena beberapa negara buyer ada yang masih dilanda konflik perang,” Ketua Penyelenggara Jiffina 2023 Agus Imron kepada wartawan, Selasa (24/1/2023).

Ia memastikan sejumlah negara yang saat ini masuk dalam sengketa politik perang Ukraina akan turut hadir dalam pameran tersebut. Meski demikian, ia tidak dapat menjamin akan adanya transaksi dari kehadiran mereka, karena hal itu sangat tergantung dengan kondisi ekonomi global.

“Perang masih berlangsung, gontok-gontokan antara negara masih terjadi, tentu ini mempengaruhi pasar, bagaimana Inggris, Perancis Belanda, Jerman, Belgia negara distributor yang mereka pasar kita dan saat ini mereka terlibat dalam sengket politik perang ini,” katanya.

Dengan kondisi tersebut jika hasil dari transaksi tidak sesuai ekspektasi, maka bukan berarti kualitas pameran menurun. Melainkan ada banyak yang perlu dipertimbangkan oleh buyer ketika akan melakukan transaksi. Akan tetapi ia tetap optimistis pelaksanaan Jiffina 2023 akan lebih baik dan meningkat dibandingkan 2022 silam.

BACA JUGA : Tak Terpengaruh Corona, Jiffina 2020 Tetap Sesuai Jadwal

Di sisi lain, Agus menyebutkan pelaksanaan Jiffina bukan semata-mata memperbesar transaksi di saat pameran tetapi juga membangun perekonomian DIY jangka panjang. Oleh karena produk yang dihasilkan harus sesuai dengan harapan buyer.

“Membangun ihtiar perekonomian, kalau buyer enggak happy juga bahaya itu akan ditinggal, kami melakukan investasi jangka panjang. Harapannya buyer selalu senang dari produk yang dilahirkan. Agar pameran ini selalu dirindukan dunia,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Setelah di Jogja, Kini Jalan Rusak di Klaten Viral Disebut Taman Seribu Lubang

News
| Minggu, 05 Februari 2023, 13:37 WIB

Advertisement

alt

Sungai Ini Punya Air Super Jernih, Hingga Perahu yang Melintas Seperti Melayang di Udara

Wisata
| Sabtu, 04 Februari 2023, 22:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement