Advertisement
Cagak Aniem Peninggalan Perusahaan Listrik Belanda di Perempatan Palbapang Bantul Akan Direhabilitasi

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kebudayaan (Disbud) Bantul akan merehabilitasi cagar budaya Cagak Aniem yang berada di tengah Perempatan Palbapang. Rehabilitasi dilakukan karena cagar budaya tersebut telah rusak dimakan usia.
Kepala Seksi Warisan Budaya Benda Disbud Bantul, Elfi Wachid Nur Rachman, mengatakan Cagak Aniem berada di tengah jalan sehingga risiko kerusakannya lebih tinggi.
Advertisement
"Cagar budaya tersebut juga kerap ditempeli banner iklan," kata Elfi di kantornya, Kamis (26/1/2023).
BACA JUGA: Nyampah Sembarangan, 4 Warga Jogja Dijerat Pidana
Elfi juga mengatakan besi penangkal petir di ujung Cagak Aniem telah miring hampir jatuh. Bahkan, batangnya telah keropos akibat karat.
Cagak Aniem Palbapang di Bantul merupakan salah satu cagak listrik yang dibuat pada zaman kolonial Belanda yang masih tersisa di Kabupaten Bantul. Istilah Cagak Aniem menjadi populer di Jawa, khususnya pada akhir abad ke-19 karena cagak itu dibuat dan digunakan oleh ANIEM, nama sebuah perusahaan listrik swasta Belanda. ANIEM merupakan singkatan dari Algemeen Nederlands Indische Electricitet Maatschappij yang didirikan di Gambir, Jakarta, pada 1897.
Terdapat isolator listrik yang terbuat dari keramik zaman Belanda. Namun, beberapa telah hilang. Tinggi Cagak Aniem tersebut sekitar 6 meter dengan alas berukuran 45 cm x 45 cm.
BACA JUGA: Lagi-Lagi Karena Andalkan Google Map, Truk Terguling di Cinomati
Elfi juga menjelaskan jawatannya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mengenai rehabilitasi Cagak Aniem. Hal tersebut dilakukan karena lokasinya yang berada di tengah lalu lintas jalan provinsi.
Elfi juga meminta agar lampu lalu lintas di Perempatan Palbapang dapat diatur agar tidak menampilkan warna kuning ketika malam hari. Dengan begitu, risiko kecelakaan yang mungkin akan menyebabkan cagar budaya tersebut rusak dapat diminimalkan.
"Di sana itu kan rawan kecelakaan. Jadi, kami nanti minta pengaman semacam pagar gitu. Sama nanti akan kami lengkapi juga dengan QR code agar masyarakat yang penasaran [akan sejarahnya] dapat tinggal scan," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Geledah Rumah Djan Faridz, Penyidik KPK Sita Uang dan Dokumen
Advertisement

Taman Wisata Candi Siapkan Atraksi Menarik Selama Liburan Lebaran 2025, Catat Tanggalnya
Advertisement
Berita Populer
- Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis, Tarif Rp11.600
- Mudik Lebaran 2025, PMI DIY Siapkan 28 Posko Pelayanan
- Ini Jadwal dan Rute Trans Jogja ke Tempat Wisata
- Rela Sewa Iphone Demi Kualitas Foto dan Mengabadikan Momen Lebaran 2025
- Seluruh Puskesmas di Bantul Buka Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Tanpa Ketentuan Tanggal Lahir
Advertisement
Advertisement