Porda 2025 Jadi Pelajaran, Atlet Sleman Kini Dapat Iuran BPJS Rp8.500
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
Sejumlah sukarelawan dan petugas gabungan dari BKSDA, Polisi Hutan, BPBD Kulonprogo mengikuti simulasi pemadaman api di area Suaka Margasatwa Sermo, Senin (6/8/2019).
Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mengandalkan bantuan dari BPBD Provinsi dalam upaya pemenuhan logistik hingga akhir tahun 2023. Hal tersebut dilakukan karena anggaran daerah hanya mencapai Rp25 juta untuk sepanjang tahun 2023.
BACA JUGA: BPBD Kulonprogo Siapkan Personel dan Logistik
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan anggaran pengadaan logistik tahun ini di jawatannya sedikit.
“Anggaran pengadaan logistik kami di tahun 2023 itu kecil. Hanya Rp25 juta. Selama ini kami mengandalkan bantuan provinsi. Jadi kami bisa minta dukungan logistik dari mereka,” kata Budi dihubungi pada Jumat (3/2/2023).
Jika anggaran kosong atapun menipis, BPBD Kulonprogo dapat mengirim surat permohonan bantuan kepada BPBD Provinsi. Adapun salah satu bentuk bantuan dari BPBD DIY yang diberikan dalam waktu terdekat adalah bantuan beronjong sebanyak 20 lembar.
“Ada sekitar 20 lembar beronjong bantuan dari provinsi. Kalau tahun 2022, beronjong yang kami perbantukan mencapai 200 beronjong,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan jawatannya akan meningkatkan sosialisasi kebencanaan.
“Kami utamakan mitigasi kepada masyarakat tentang ancaman hindrometeorologi atau bencana lain,” kata Joko.
“Kejadian kebencanaan tahun lalu itu banyak sekali. Bahkan talut rumah di Purwosari kami supply lagi di awal tahun 2023 dengan jumlah sembilan beronjong karena mereka minta beronjong tambahan,” katanya.
Di tahun 2022, Kabupaten Kulonprogo mengalami kejadian kebencanaan hingga 1.071 kejadian. Sebanyak 357 kejadian berkaitan dengan cuaca ekstrim yang mengakibatkan kerusakan terjadi di Galur, Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates.
Kemudian, 91 kejadian banjir terjadi di Kokap, Lendah, Nanggulan, Panjatan, Pengasih, Sentolo, Wates, dan Temon. Selain itu, 622 kejadian tanah longsor terjadi di Girimulyo, Kalibawang, Kokap, Lendah, Nanggulan, Pengasih, Samigaluh, Sentolo, Temon, dan Wates. Sisanya, kekeringan terjadi di Girimulyo yang disebabkan kurangnya debit sumber air.
“Bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana alam di Kulonprogo. Lalu, perubahan iklim meningkatkan intensitas bencana alam di hampir semua sektor,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
Bapanas mencatat penyaluran CBP mencapai 1,65 juta ton hingga Agustus 2026 untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga beras.
Simak jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo pada Senin 17 Agustus 2026, lengkap dengan jam keberangkatan dari Tugu dan Kutoarjo.
DPRD Jogja menyoroti digitalisasi bansos dan potensi tumpang tindih anggaran dengan Dindukcapil terkait Identitas Kependudukan Digital.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 23 Agustus 2026. Simak jam keberangkatan pulang pergi dan tarif hanya Rp12.000.
Kebakaran melanda rumah adat Sade di Lombok Tengah, Sabtu malam. Petugas pemadam dikerahkan dan penyebab kebakaran masih diselidiki.