Astra Dirikan 7 Posko Bantuan di Wilayah Terdampak Gempa NTT
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho./Istimewa
JOGJA—Penggunaan Dana Keistimewaan (Danais) DIY terus diperluas untuk masyarakat. Pada 2023 ini Pemda DIY melalui Paniradya Kaistimewan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan DIY mengalokasikan danais untuk penanganan sampah di sejumlah kalurahan.
Paniradya Pati Paniradya Kaistimewan DIY Aris Eko Nugroho menjelaskan dana keistimewaan kembali disalurkan untuk masyarakat di level kalurahan melalui bantuan keuangan khusus (BKK). Dari sejumlah program, salah satunya pengelolaan sampah yang tergolong paling baru di 2023, selain program lain seperti warisan budaya tak benda dan demplot Jogja Hijau.
Danais untuk penanganan sampah ini merupakan pertama kalinya dengan harapan dapat memberikan kontribusi terhadap penyelesaian masalah sampah. Adapun anggaran danais yang disiapkan untuk sebesar Rp6 miliar yang dibagi untuk tiga kalurahan.
"Kalau yang kaitan sampah ini berada di Bantul ada tiga kalurahan. Yaitu Kalurahan Karangtengah, Kalurahan Guwosari dan Kalurahan Panggungharjo. Anggarannya sekitar Rp6 miliar," kata Aris belum lama ini.
Ia menambahkan sifat bantuan untuk pengelolaan sampah itu lebih diarahkan untuk pengembangan terhadap embrio penanganan sampah di kalurahan tersebut. Mengingat ketiga kalurahan yang terpilih ini sudah memiliki program penanganan sampah cukup baik.
Melalui sokongan danais ini diharapkan program penanganan sampah yang sudah berjalan lebih meningkat lagi.
"Di sana sudah ada embrio pengembangan sampah. Kemudian dikembangkan lagi dengan danais. Karena Kabupaten Bantul punya konsentrasi untuk antisipasi pengembangan sampah di Piyungan dengan mengembangkan delapan kalurahan. Sifatnya pengembangan karena sudah ada embrionya, seperti Panggungharjo itu sudah cukup bagus, sehingga disempurnakan lagi dengan danais," ujarnya.
Aris mencontohkan bentuk pengembangan itu di antaranya seperti Kalurahan Guwosari, Pajangan yang sebelumnya masih menggunakan peralatan lama yang dimodifikasi. Melalui danais ini harapannya peralatan dapat dikembangkan lebih modern sehingga pengelolaan sampah lebih maksimal.
Adapun di Guwosari ini selain melakukan pemilahan sampah, juga melakukan budi daya magot yang memiliki nilai ekonomi. Karena magot tersebut kemudian dapat dijual kembali untuk pakan ternak.
Ia mengatakan program penanganan sampah menyasar kalurahan ini harapannya dapat meminimalisasi volume sampah yang masuk ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astra melalui Nurani Astra membangun 7 posko bantuan gempa NTT. Sebanyak 35.726 penerima manfaat telah mendapat dukungan.
Niatnya cuma beli satu, tapi setelah checkout ternyata pesanan yang sama masuk dua kali. Salah satu transaksi memang ingin dibatalkan, tetapi pembayaran sudah t
Ribuan wisatawan menyaksikan Sabetan Pencak 4 jam di Titik Nol Jogja, penutup Pencak Wisata Budaya 2026 yang mengusung regenerasi silat.
Hotspot karhutla Indonesia mencapai 18.065 titik pada 28 Agustus 2026. Kemenhut fokus mengendalikan kebakaran di enam provinsi prioritas.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Ledakan diduga akibat kebocoran gas di Bekasi melukai enam orang satu keluarga. Ayah dan anak meninggal setelah mengalami luka bakar parah.