Magelang Siap Gelar Interhash, Distoria, dan SBY Cup 2026
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Rekonstruksi kasus klitih di Titik Nol Kilometer Jogja pada Jumat (17/2/2023) - Harian Jogja/Stefani Y
Harianjogja.com, JOGJA—Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jogja memastikan akan melakukan penanganan secara profesional terkait tersangka kasus klitih titik nol kilometer yang melaporkan balik korban.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Archye Nevadha membenarkan terkait adanya laporan pihak tersangka dalam kasus tersebut. Adapun pihak yang melaporkan adalah salah satu tersangka berstatus anak berhadapan hukum dalam hal ini GN lewat penasehat hukumnya.
“Diduga pelaku dalam hal ini yang anak berhadapan hukum [GN], melalui penasehat hukumnya membuat laporan polisi ke Satreskim Polresta Jogja,” katanya kepada wartawan, Jumat (17/2/2023).
BACA JUGA : Bantah Terjadi Klitih Titik Nol Jogja, Pihak Tersangka Balik Melaporkan Korban ke Polisi
Archye menegaskan polisi akan melakukan penyelidikan secara professional terkait kasus tersebut. Prinsipnya karena ada masyarakat yang melapor, maka petugas harus menerima dan selanjutnya mendalami lewat proses penyelidikan.
“Saat ini masih kami dalami terkait keterangan saksi dan alat bukti yang ada. Laporannya terkait tindak pidana pengeroyokan atau penganiayaan. Yang jelas dari polisi masih mendalami dan masih melaksanakan proses penyelidikan. Intinya kami terima laporan dari masyarakat dan kami tangani secara professional,” ujarnya.
Menurutnya masih harus melakukan pemeriksaan saki-saksi yang berkaitan dengan laporan saat kejadian pertama sebelum akhirnya terjadi kekerasan di titik nol jogja. “Pertama anak berhadapan dengan hukum ini datang sendiri di TKP kemudian merasa terpepet, dia pulang ambil knok dan panggil teman-temannya. Saat itu temannya sedang minum, lalu ikut dan ada yang membawa sajam,” ujarnya.
Bantah Klitih
Sebelumnya kuasa hukum enam tersangka tindak kekerasan jalanan titik nol kilometer Jogja atau lazim disebut klitih angkat bicara. Mereka membantah para tersangka melakukan aksi klitih terhadap korban seperti yang viral di medsos. Tersangka melaporkan balik pihak korban ke polisi dengan alasan karena sebelumnya sempat dikeroyok.
“Berita viral itu kan disebut klitih, ini sebenarnya bukan klitih, korban kejahatan atau victimisasi, orang yang menjadi korban kejahatan. Ditangkap ditahan, meningkat menjadi victim mentality [kesalahan yang dilakukan orang lain]. Para anak ini yang melakukan dianggap klitih perbuatan melawan hukum sesuai faktanya, itu melakukan pembelaan diri, mempertahankan diri,” kata Harsito Koordinator Tim Kuasa Hukum 6 Tersangka kepada wartawan, Kamis (16/2/2023).
BACA JUGA : Tersangka Kasus Klitih Ikuti Rekonstruksi Ulang Kejadian di Titik Nol Jogja
Ia pun menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan data yang diperoleh dari keenam tersangka. Awalnya sekitar pukul 03.30 WIB pada Rabu (8/2/2023) ada serombongan anak muda lewat di Jalan Malioboro yang merupakan kelompok para korban. Menurutnya mereka arogan karena membleyer dan mengangkat roda depan atau melakukan jumping. Melihat hal tersebut, kata dia, kliennya berusaha menasehati secara kstaria dan sopan.
“Dengan nasehat tidak direpons positif, begitu sampai di titik nol, yang menasehati ini ditanya kenapa pergi takut ya. Akhirnya langsung dikeroyok. Karena kalah jumlah, lalu pulang mengundang teman-temannya. Lima orang bersama korban ini datang ke sana dan mereka masih di sana untuk membalas,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Magelang siap gelar Interhash 2026, Distoria 2026, dan SBY Cup 2026. Pemkot pastikan kesiapan event internasional dan dampak ekonomi.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.