Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak Dagan, Murtigading, Sanden, Rabu (18/5/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul serius untuk mengoptimalkan upaya pencegahan penularan penyakit lewat hewan atau zoonosis. Langkah yang dilakukan dengan membentuk satgas one health di setiap kapanewon.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, Satgas One Health sudah dibentuk sejak 2018 lalu. Tugas tim ini untuk menangani masalah penyakit zoonosis seperti antraks, leptospirosis dan lains sebagainya.
Selain di tingkat kabupaten, satgas ini sudah terbentuk di 16 kapanewon. Adapun Kapanewon Nglipar dan Panggang belum memilikinya.
“Masih proses dan mudah-mudahan di kedua kapanewon segera terbentuk satgas ini,” kata Dewi, Rabu (22/2/2023).
Menurut dia, dengan adanya Satgas One Health di tingkat kapanewon, maka upaya penanggulangan penyakit yang ditularkan oleh hewan bisa lebih fokus dan hasilnya dapat lebih optimal.
Baca juga: Terasering Sitegong, Surga Alam dengan Latar Gunung Sumbing
Tugas dari satgas di masing-masing kapanewon melakukan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) tentang penyakit zoonotik. Pemetaan terhadap daerah rawan di masing-masing kapanewon.
“Biar bisa fokus dalam penanangan, maka akan dibentuk di kapanewon. Nantinya, tidak hanya menangani leptospirosis, tapi juga menyasar penyakit yang ditularkan hewan ke manusia lainnya,” ujar Dewi.
Selain membentuk satgas One Health, dinas kesehatan juga terus melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya penyakit menular. Penyuluhan dilakukan untuk memberikan pemahaman terkait dengan penyakit serta cara penanggulangan.
“Paling penting terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta makan makanan bergizi. Jangan lupa rutin berolahraga untuk menjaga kondisi tubuh,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengapresiasi langkah dari Dinas Kesehatan membentuk satgas one health untuk penanggulangan penyakit zoonosis di kapanewon. Ia berharap tim ini tidak hanya sebatas dibentuk, tapi juga memberikan langkah nyata dalam upaya penanggulangan.
“Jangan hanya nama saja, tapi benar-benar bekerja. Tujuannya, untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit yang disebarkan oleh hewan,” katanya.
Ery mengakui sejak beberapa tahun lalu telah ditemukan penyakit zoonosis di Gunungkidul. penyakit ini di antaranya antraks dan leptospirosis.
“Upaya sosisalisasi pencegahan harus dilakukan agar jumlah kasus bisa terus terkendali,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 23 September 2026 lengkap dengan 15 perjalanan, waktu keberangkatan, stasiun, dan tarif Rp8.000.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 23 September 2026 dari Palur menuju Jogja lengkap dengan waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Dana pendidikan gratis Rp93,7 triliun masih berupa hitungan awal. Mendiktisaintek akan membahasnya bersama Kemenkeu dan Danantara.
Harga iPhone 2027 berpotensi naik akibat biaya memori meningkat. Apple disebut sudah menyepakati harga RAM dan NAND Samsung untuk awal 2027.
Sleman Creative Weeks 2026 menghadirkan empat agenda seni dan budaya mulai 27 September hingga Oktober, termasuk festival film dan layang-layang.